BERBAGI


Oleh: Hasneril.SE

Kasubag Humas dan Protokol Dprd Agam

Sebentar lagi anak-anak kita kembali melakukan aktifitas rutin seperti biasa ada yang baru masuk sekolah, ada yang naik ke jenjang yang lebih tinggi atau kuliah, ada yang kembali ke pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan agama setelah usai libur. Dibenak para orangtua, sudah saatnya anak kembali fokus belajar dan meninggalkan segala aktifitas yang dilakukan anak semasa liburan.

Namun, bagi anak sekolah atau anak pesantren seringkali kebiasaan dan suasana liburan masih terbawa-bawa saat sudah mulai masuk sekolah atau di pondok Disinilah terkadang anak-anak kita masih ada rasa malas belajar.

Waktu libur mereka perlu orang tua untuk sering duduk bersama dengan anak ,ajak mereka liburan ,ajarkan pada mereka tentang rasa peduli pada orang lain ,rasa empati, saat sekarang ini di Kabupaten Agam Bupati Indra Catri bersama Wakil bupati Trindra Farhan Satria dan Sekda Agam Martias Wanto mengajak kepada seluruh ASN dan masyarakat untuk mengedepankan kepedulian baik itu antar sesama atau peduli lingkungan dan juga mengajak magrib ngaji ,hal seperti itu diwaktu duduk bersama sampaikan pada mereka program yang mendidik tersebut.

Tidak itu saja selama libur luangkan waktu bersama buah hati, tanyakan sekolah mereka, tanyakan apa yang menjadi keluhan selama di tempat pendidikan apa itu di pondok atau sekolah, duduk bersama mereka saling tukar pikiran dari anak satu ke anak yang satu lagi, biasanya disitu sabagai anak akan bercerita tentang sekolah mereka atau kondisi di pondok.

Bagi para guru, ustad dan ustadzah tugasnya adalah bagaimana menjadikan anak didik memiliki ilmu dan kepribadian yang mantap. Dua hal itulah yang ingin di raih saat mendidik mereka. Namun, hal tersebut tidak dapat kita raih kalau anak didik kita serahkan saja kepada mereka padahal kita tidak pernah memperhatikan pendidikan atau menanyakan ,belum tentu semua anak sekolahnya atau belajar pondoknya lancar dan sukses tanpa ada dorongan motivasi dari orang tua.

Nah, disinilah pentingnya peran orang tua dan guru /ustad atau ustadzah untuk memberikan semangat kepada anak-anak kita. Pada tulisan ini berbagi beberapa cara untuk membangun semangat belajar anak.

Adapun cara yang dapat kita lakukan sebagai orangtua, yaitu sebagai berikut:

  1. Pahamkan kepada anak bahwa sebagai pelajar atau santri tugas utamanya adalah belajar. Saat liburan, maksimalkan untuk liburan disamping mengerjakan tugas-tugas yang perlu dilakukan saat liburan. Namun, pada saat masuk sekolah atau kembali kepondok harus memaksimalkan diri untuk belajar dan bersekolah.
  2. Tanamkan pada benak anak-anak kita agar memiliki visi atau impian yang tinggi , Impian tinggi artinya tidak setengah-setengah. Tanamkan pada diri mereka untuk memiliki impian setinggi mungkin.Tidak perlu takut untuk memiliki impian karena impian itu “gratis, Sebagai contoh, bercita-cita untuk menjadi seorang hafizh Alqur’an yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain atau misal bercita-cita menjadi dokter yang berguna bagi masyarakat atau sebaiknya lebih
    Visi atau impian akan membuat jalan kesuksesan sekaligus motivasi buat anak-anak kita. Maka dari itu, tanamkanlah visi pada diri mereka.
  3. Ajarkan kepada anak-anak kita agar sungguh-sungguh berusaha. Jangan hanya memiliki cita-cita tinggi dan tidak ada usaha meraih cita-cita tersebut. Usaha yang dimaksud adalah rajin belajar dan semangat .
  4. Motivasi mereka agar semangat dan memiliki keinginan yang besar. Tumbuhkan semangat anak untuk tetap belajar dengan sungguh-sungguh di pondok maupun disekolah . Bila mereka semangat, maka mereka akan konsisten. Semangat itu akan mendorong mereka kreatif dalam belajar dan mewujudkan impian mereka.
  5. Tumbuhkan pada diri mereka ajarkan mereka untuk “melibatkan” Allah dalam setiap aktifitas mereka dengan senantiasa yakin kepada Allah bahwa Allah-lah yang menghidupkan manusia dan akan menolong hambaNya yang meminta kepadaNya.
    Tanamkan dalam keyakinan mereka bahwa Allah telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan ini dengan mudah, apalagi “sekedar” memudahkan urusan-urusan manusia. Maka dari itu, berdoalah kepadaNya, minta agar impian tercapai dan tentunya diiringi dengan rasa tunduk, ikhlas dan menyerahkan semua urusan kepadaNya.
    Ajarkan pula agar mereka mampu bekerjasama dengan sang guru dalam hal belajar, dengan orangtua (dalam meminta doa dan saran-sarannya) dan dengan teman-temanya (dalam bergaul, belajar, mencari referensi, latihan-latihan soal dan sebagainya).

6.Selama libur kalau waktu ada ajak mereka ketempat kerja supaya mereka tahu dan faham apa pekerjaan ayah atau bundanya, ceritakan pada aktifitas waktu ayah bunda sebaya mereka tentang hal-hal yang baik yang sipatnya mendidik.

7.Ajak mereka untuk ikut mengerjakan pekerjaan rumah selama libur supaya mereka paham apa yang ayah bunda kerjakan supaya mereka nanti setelah besar atau sekolah tahu apa tugas -tugas dirumah tangga.

Semoga cara ini dapat kita tanamkan dan membantu anak-anak kita agar semangat belajar dan menjalankan aktifitas sekolah dengan lancar. Semoga anak-anak kita kelak dapat meraih cita-citanya dan membahagiakan orangtuanya.

LEAVE A REPLY