BERBAGI
(Photo : Istimewa)

 

Manuver-manuver spektakuler yang dilancarkan para pegiat media sosial dari Tim Pemenangan, relawan, simpatisan dan kader partai pendukung pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pariaman nomor urut 1 (satu), Mahyuddin-Ridwan (MARI), yang saban hari lalu-lalang berselancar di jagad maya terutama di jejaring sosial Facebook, kerap kali viral. Membetot tiap pasang mata yang melihat.

Postingan-postingan yang menyedot sensasi warganet itu, baik berupa postingan visual seperti gambar paslon MARI, dengan kata-kata ataupun yel-yel dukungan yang diaransemenkan ke dalam lirik lagu, selain membakar semangat team work berkampanye, ternyata kehebohan yang diinsiasi sedemikian laku oleh tim paslon rupa-rupanya tak jera membuming di Kota Pariaman, hingga mencakup pelosok wilayah dan desa.

Adapun fase peringkat kepuasan masyarakat terhadap paslon MARI cenderung naik akibat dampak kampanye positif yang diciptakan. Tak salah, sindrom fanatisme warga (konstituen) mewabah dan menyasar seluruh lapisan tanpa terkecuali. Tentu saja hal tersebut sontak mempengaruhi tingkat ekspektasi publik, sekaligus mendongkrak elektabilitas pemilih.

Dalam kamus Tim Kampanye MARI tidak mengenal istilah skeptis. Kesolidan dalam team work adalah prioritas utama MARI meyakinkan simpatik publik.

Kampanye tatap muka dan dialog terbuka yang diagendakan di 70 desa dan kelurahan berjalan sejak mulai Kamis 12 April hingga Senin 30 April, selalu disesaki antusias warga pemilih. Malahan semakin hari, kampanye yang dihelat MARI semakin dikerumuni warga.

Kian hari aura positif yang dipancarkan seakan kian mendekatkan MARI meraih puncak suksesi Walikota dan Wakil Walikota Pariaman periode 2018-2023. Dan pengalaman jua lah yang menghantarkannya kelak. Pelajaran yang didapatkan Tim MARI semakin mendewasakan diri mereka.

Sindrom fanatisme pemilih di Kota Pariaman telah mewabah terhadap paslon MARI. Jagad maya pun viral disasar. Pertanda MARI diterima khalayak (rakyat).

Namun patut diingat pameo bagi Tim Pemenangan MARI, sebuah stigma : “Lengah adalah musibah”. Karena pisang tak mungkin berbuah dua kali. Dan si kancil pun enggan terjerumus dalam lubang yang sama. Kendati begitu, kekuasaan, kekuatan dan kedaulatan adalah milik Yang Maha Kuasa. Serahkan pada-Nya!

MARI sambut suksesi. Maju kotanya sejahtera warganya. Insha Allah..

LEAVE A REPLY