Pariaman — Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat secara daring dari Balai Kota Pariaman, Senin malam (5/1/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, serta pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Pemerintah Kota Pariaman dihadiri langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang didampingi unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, serta BPBD Kota Pariaman.
Dalam laporannya, Yota Balad memaparkan kondisi terkini dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman akibat intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga serta lahan pertanian.
“Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 unit, dengan 10 rumah di antaranya dalam kondisi rusak berat,” ujar Yota Balad.
Selain kerusakan permukiman, bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian.
“Kurang lebih 800 hektare lahan pertanian terdampak akibat banjir,” imbuhnya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Yota Balad berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat memberikan dukungan, khususnya dalam upaya normalisasi aliran Sungai Batang Mangor sepanjang 14 kilometer.
Menurutnya, saat ini Sungai Batang Mangor berada pada zona merah karena abrasi yang terjadi tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
“Kami berharap adanya penanganan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sesegera mungkin, serta memohon arahan dari Bapak Gubernur terkait langkah-langkah penanganan pascabencana,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Ia meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta melakukan pelaporan kondisi lapangan secara berkelanjutan.
Melalui rapat daring tersebut, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman semakin kuat dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Erwin)



Discussion about this post