Pariaman – Wali Kota Pariaman Yota Balad, lakukan audiensi dan pemaparan terkait keselamatan jalur perkeretaapian serta pengembangan transportasi kereta api pada lintasan Padang – Padang Pariaman – Kota Pariaman kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Allan Tandiono, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Yota Balad, sampaikan kepada Dirjen, bahwa beberapa inovasi telah diupayakan olehnya sebagai menjamin keselamatan lalu lintas pada perlintasan kereta api yang ada di wilayah Kota Pariaman, karena dengan adanya jalur kereta api ke Kota Pariaman dianggap vital untuk dukungan promosi bidang pariwisata karena lokasi stasiun berada dekat dengan Pantai Gandoriah, sehingga perlu pengembangan terus-menerus.
“ Sebelumnya, juga telah diusulkan 30 orang petugas jaga perlintasan sebidang di Kota Pariaman dengan pembekalan dan pelatihan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam wilayah Kota Pariaman,” jelas Yota kepada Dirjen.
Dan, sejak ditempatkannya petugas tersebut dalam menjaga perlintasan sebidang tanpa palang pintu sejak awal november 2025 lalu, mampu mengurai angka kecelakaan kereta api dengan kendaraan di Kota Pariaman bahkan tidak ada terjadi kecelakaan.
Kemudian, sambungnya, dalam waktu dekat juga kami usulkan penambahan petugas penjaga perlintasan pada 25 titik perlintasan sebidang yang hingga saat ini belum memiliki petugas dan tidak memungkinkan untuk ditutup, karena menjadi akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari seiring berkembangnya kawasan permukiman.
Disamping itu, kita juga tetap harapkan bantuan pemasangan palang pintu sederhana namun fungsional, disertai petugas atau personel yang memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang guna lebih meningkatkan keselamatan.
Yota juga mengusulkan dalam inovasi pengembangan pariwisata, ia meminta pemanfaatan salah satu gerbong kereta sebagai tempat makan atau wahana wisata dengan konsep dan keunikan tertentu sebagai daya tarik promosi wisata ke Kota Pariaman nantinya.
Hal tersebut, sangat didukung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, terhadap upaya peningkatan keselamatan jalur perkeretaapian di Kota Pariaman hingga ke Kota Padang nantinya.
Ia mengapresiasi langkah bijak dari Yota Balad untuk ber-inovasi dalam menjamin keselamatan warga yang melintas dengan kendaraan pada perlintasan kereta api sebidang yang ada yang tanpa plang pintu.
Untuk perlintasan sebidang ilegal yang tidak dapat ditutup karena menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, Kementerian Perhubungan tetap akan memberikan pelayanan dengan tetap memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api dan aktivitas warga.
“Kita akan lakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait penambahan palang pintu perlintasan pada jalur yang belum memiliki petugas, sesuai kebutuhan di lapangan,” imbuh Allan Tandiono mengakhiri.
Hadir juga dalam audiensi tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan rombongan, serta Plt. Kepala Dishub Kota Pariaman Afwandi, Plt. Kepala BPKPD Willy Firmadian.(fadli)



Discussion about this post