Kota Pariaman — Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengapresiasi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta yang baru saja selesai melaksanakan program Kuliah Khidmah Mahasiswa (KKM) di Kota Pariaman.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa delapan (8) orang mahasiswa ini mendukung progul Satu Keluarga Satu Hafidz dan kembali ke surau.
“Atas nama Pemerintah Kota Pariaman dan pribadi mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta karena telah memilih Kota Pariaman sebagai lokasi pelaksanaan KKM,” ujar Wako Yota Balad didampingi Kabag Organisasi Setdako Pariaman, Lia Lestari di ruang kerjanya di Balaikota Pariaman, Jumat (29/8/2025).
“Terima kasih atas kehadiran dan dedikasinya untuk Kota Pariaman. Semoga ilmu yang adik-adik mahasiswa/i berikan terutama ilmu Al-Quran dapat bermanfaat bagi anak-anak Kota Pariaman,” kata Yota Balad kepada mahasiswa tersebut yang akan pamit pulang ke Jakarta besok.
“Semoga adik-adik mahasiswa sukses mencapai cita-citanya, dan mohon doa juga untuk kami semoga bisa memimpin Kota Pariaman dengan lebih baik,” sambungnya.
Rahmat Hamdani salah satu mahasiswa KKM Universitas PTIQ Jakarta ini menjelaskan, KKM ini dilaksanakan selama satu bulan dari tanggal 28 Juli sampai 28 Agustus 2025 di Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Dikatakannya, program KKM ini dilakukan untuk mengabdi kepada masyarakat, mengajarkan ilmu Al-Quran dan menyampaikan syiar Islam kepada masyarakat tempat mengabdi.
“Fokus program kami yakni mengajarkan tahsin dan tahfidz quran kepada TPA dan siswa sekolah dasar di Kelurahan Karan Aur,” terangnya kepada Tim Peliput Media Center Kominfo Kota Pariaman.
Rahmat Hamdani berharap semoga kedepannya Kota Pariaman lebih baik lagi kedepannya,masyarakatnya lebih mengenal baca tulis Al-Qur’an dan mendalaminya, serta meramaikan masjid dan mushalla.
Rahmat menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Karan Aur yang begitu baik dan peduli selama pelaksanaan KKM, sehingga kami bisa berkhidmat dengan masyarakat sekitar.
Ia juga berdecak kagum dengan budaya Kota Pariaman yang sangat beragam.
“Kebudayaan dan adat istiadat disini sangat luarbiasa, namun kami terkandala dengan bahasa Minang,” tukasnya mengakhiri. (Erwin)
Discussion about this post