Kota Solok — Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Provinsi Sumatera Barat, yang digelar pada Selasa (13/1) di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, dan dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, unsur Forkopimda Sumbar, serta bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema bantuan stimulan perumahan bagi masyarakat terdampak bencana sesuai tingkat kerusakan. Untuk kategori rusak ringan akan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta per kepala keluarga (KK), rusak sedang Rp30 juta per KK, dan rusak berat Rp60 juta per KK.
“Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui BNPB, sementara pendataan menjadi tanggung jawab bupati dan wali kota di bawah koordinasi gubernur,” jelas Tito.
Mendagri juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi dalam penyaluran bantuan. Namun, apabila dokumen kependudukan warga hilang akibat bencana, pemerintah memberikan kebijakan khusus agar proses bantuan tetap berjalan. Dalam kondisi tertentu, kepala desa dapat menandatangani pertanggungjawaban sebagai pengganti dokumen warga, sehingga bantuan tidak terhambat.
Untuk mencegah potensi pemalsuan data, Tito menegaskan perlunya koordinasi antara kepala daerah dengan Kapolres dan Kejaksaan Negeri guna memastikan validitas data melalui pengecekan langsung di lapangan.
“Terobosan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas,” tegas Mendagri.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam laporannya menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Tercatat sebanyak 6.895 unit rumah rusak ringan, 2.981 unit rumah rusak sedang, dan 5.077 unit rumah rusak berat. Selain itu, 775 unit rumah dilaporkan hanyut akibat bencana. **



Discussion about this post