Sijunjung – Universitas Negeri Padang (UNP) membuka secara resmi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pimpinan daerah dan pejabat penting dari berbagai kabupaten/kota di Sumbar. (27/8)
Turut hadir dalam kesempatan itu Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, S.STP., M.Si, Sekretaris Daerah Sijunjung Dr. Zefnihan, A.P., M.Si, Wakil Bupati Kabupaten Solok H. Candra, SHI, Wakil Walikota Sawahlunto Jeffry Hibatullah, serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PMN Kabupaten Dharmasraya. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Selain itu, jajaran pimpinan dari UNP juga hadir, di antaranya Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D, Senior Eksekutif Prof. Ganefri, Ph.D, Sekretaris Universitas Dr. Erianjoni, S.Sos, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc., , Kepala LPPM Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., Dekan FMIPA Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd, M.Si. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T., serta sejumlah dosen pengabdi, mitra pengabdian, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, tiga pimpinan daerah, yaitu Bupati Sijunjung, Wakil Bupati Solok, dan Wakil Walikota Sawahlunto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UNP melalui program pengabdian dosen. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara universitas dan pemerintah daerah dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pembangunan daerah berbasis riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D, dalam paparannya mengangkat tema “Sinergi UNP dan Daerah dalam Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025”. Beliau menegaskan bahwa UNP telah menyalurkan sekitar 17, 8 persen dari total dana pengabdian di Sumatera Barat untuk mendukung berbagai program di enam kabupaten/kota, yaitu Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan, Kota Solok, dan Sawahlunto.
Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi:
1. Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN)
2. Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM)
3. Program Kemitraan Masyarakat (PKM-DRTPM)
Setiap daerah memiliki skema unggulan sesuai dengan kebutuhan lokal, seperti pemberdayaan nagari, penguatan sektor agroindustri, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkuat hubungan antara UNP dan pemerintah daerah, tetapi juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa poin SDGs yang relevan antara lain:
• SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): melalui pelatihan, pendampingan guru, dan pemberdayaan pendidikan berbasis komunitas.
• SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): lewat program agroindustri dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
• SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): melalui integrasi prodi dan nagari yang mendorong pembangunan berwawasan lokal.
• SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): tercermin dari kolaborasi erat antara UNP, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dengan sinergi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, UNP berharap kegiatan pengabdian ini menjadi katalisator pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi yang ditanamkan dalam acara pembukaan di Sijunjung ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan global.
#SDGs4 #QualityEducation #SDGs8 #PekerjaanLayakPertumbuhanEkonomi #SDGs10 #PenguranganKesenjangan #SDGs11 #KotaDanKomunitasBerkelanjutan #SDGs17 #KemitraanUntukTujuan #MahasiswaBerdampak #KampusMengabdiUntukBangsa #UNPMembangunKarakter #SinergiUNPDaerah #PengabdianUntukNegeri #UNPBergerakUntukSumbar
Discussion about this post