Padang, – Ikatan Psikologi Sosial (IPS) bekerja sama dengan Departemen Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Negeri Padang (UNP) resmi menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) XIV Ikatan Psikologi Sosial 2025 pada tanggal 27-28 Agustus 2025, bertempat di UNP Hotel & Convention.
TEMILNAS IPS ke-14 ini mengambil tema Psikologi Sosial di Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Interaksi Manusia? Menghadirkan sejumlah keynote speakers dan Inivited symposium. Adapun keynote speakers adalah: (1) Fadly Amran (Walikota Padang dengan materi berjudul “Padang Smart City: Connecting People and Technology for A Better Life”; (2) Prof. Minoru Karasawa (Nagoya University, Japan) membawakan topik “Psychological Foundations of Social Division Implications for the Digital Age”; dan (3) Dr.Mardianto, S.Ag., M.Si. (Kepala Departemen Psikologi FPK UNP) dengan materi berjudul “Pengaruh personalisasi AI terhadap identitas dan interaksi online”. Sementara itu invited symposium adalah: (1) Prof.Hamdi Muluk (Universitas Indonesia); (2) Whinda Yustisia, Ph.D. (universitasI ndonesia); (3) Subhan El Hafiz, Ph.D. (Universitas HAMKA); (4) Haidar Buldan Thontowi, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada); (5) Dr. Joevarian Hudiyana (Universitas Indonesia); (6) Dr. Ahmad Naufalul Umam (Universitas Mercubuana); (7) Muhammad Akhyar, M.Si. (Universitas Pancasila); dan (7) Dr. Rakhman Ardi (UniversitasAirlangga).
Dalam laporannya Ketua Pelaksana, Aflah Zakinov, M.Si.menyatakan bahwa TEMILNAS IPS ke-14 diikuti oleh 150 peserta dan 92 presenter yang berpartisipasi secara luring maupun daring. Ia juga menyatakan bahwa pelaksanaan TEMILNAS IPS ke-14 ini juga melibatkan Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Departemen Psikologi UPI YPTK Padang.
Lebih lanjut disampaikan Aflah bahwa selain plenary session, kegiatan hari kedua juga diisi dengan symposium dari Jurnal Psikologi Sosial serta parallel session yang menampilkan 40 presenters luring dan 52 presenter daring. Simposium dipimpin oleh Prof. Hamdi Muluk.
Dekan FPK UNP Prof. Dr. Suryanef, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa era digital telah mengubah wajah interaksi sosial kita secara drastis. Teknologi informasi dan komunikasi, yang menjadi inti dari Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0 telah mengubah cara kitab erkomunikasi, belajar, bekerja, dan bahkan memahami dirisendiri. Perubahan ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru di bidang psikologi sosial. Tentunya temu ilmiah nasional ini menjadi platform berharga bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi psikologi social untuk berbagi temuan, bertukar pikiran, dan merumuskan strategi adaptif untuk mengatasi berbagai tantangan social yang muncul dalam ekosistem digital, serta memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang positif. Oleh karena itu Suryanef menyampaikan harapannya terhadap temilnas ini akan menjadi ajang yang produktif dan inspiratif, wadah memperkuat kolaborasi, serta berkontribusi pada pengembangan keilmuan psikologi sosialyang relevan dengan tantangan zaman.
Sementara itu dalam sambutannya, Rektor UNP yang diwakli oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Internasional, Dr. rer. Nat. Deski Beri, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa temu ilmiah nasional ini bukan sekadar pertemuan akademik rutin. Ini adalah titik temu gagasan lintas kampus, lintas generasi, dan lintas negara—sebuah momentum yang memadukan penguatan ilmu, relevansi praktik, dan semangat kolaborasi. Atas nama sivitas akademika UNP, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk pemerintah daerah Kota Padang yang memberi dukungan penuh, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia sebagai mitra strategis, serta para akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang dating dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan dari mancanegara.
Lebih lanjut Deski juga mengungkapkan bahwa Psikologi Sosial sebagai disiplin ilmu terus berevolusi mengikuti dinamika masyarakat. Laporan American Psychological Association 2024 menunjukkan bahwa social psychology kini semakin berfokus pada tiga isu besar: (1) polarisasi sosial dan politik, yang berdampak pada kepercayaan publik; (2) perubahan perilaku kolektif di era disrupsi digital; dan (3) ketahanan komunitas dalam menghadapi krisis global,termasuk pandemi dan bencana iklim. Fenomena ini selaras dengan kondisi di Indonesia. Misalnya, riset BRIN tahun 2023 menemukan bahwa 64 persen responden mengalami confirmation bias dalam mengonsumsi informasi daring, yang berpotensi memperkuat perpecahan sosial. Di sinilah psikologi sosial hadir, bukan hanya sebagai analisis akademik, tetapi juga sebagai basis bagi intervensi sosial yang terukur. Di akhir sambutannya Rektor menyatakan bahwa forum ini diyakiniakan menjadi pembuka jalan bagi terwujudnya kolaborasi besar antara UNP, Ikatan Psikologi Sosial Indonesia, dan Nagoya University.
TEMILNAS ini tentunya memberikan dukungan bagi perwujudan dari Sustainable Development Goals, dalam hal ini: (1) pendidikan yang berkualitas (SDG’s4); (2) kehidupan sehat dan sejahtera (SDG’s 3) yang di dalamnya tercakup kesehatan mental; serta (3) kemitraan untuk mencapai tujuan global (SDG’s 17). Demikian ungkapan Dekan FPK Suryanef saat dimintai tanggapannya terkait kontribusi kegiatan ini dalam kaitannya dengan kebijakan Kampus Berdampak.(FPK UNP)
#beritaunp #SDGs #SDGs4 #qualityeducation #unpkampusberdampak #SDGs17 #partnershipforthegoals #SDGs3 #goodhealthandwellbeing #SDGs2 #zerohunger #diktisaintekberdampak #fpkunp
Discussion about this post