Kota Solok – Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pendidikan menyalurkan bantuan pakaian seragam sekolah gratis kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Solok. Penerima bantuan ini ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Desrifahmi, mengatakan bahwa program seragam gratis merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Solok di bidang pendidikan.

“Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok. Namun karena keterbatasan anggaran serta adanya kebijakan efisiensi, pada tahun 2025 program ini baru dapat direalisasikan untuk jenjang SMP/MTs dan belum mencakup seluruh siswa,” ujar Desrifahmi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/12).
Ia menjelaskan, bantuan seragam gratis hanya diberikan kepada siswa yang terdata dalam DTSEN, yang datanya diinput dan diverifikasi oleh Dinas Sosial. Dengan demikian, tidak semua siswa dapat menerima bantuan tersebut.
“Untuk tahap awal ini, tersedia sebanyak 1.000 potong seragam yang diperuntukkan bagi 250 siswa SMP/MTs. Penetapan penerima sepenuhnya berdasarkan data DTSEN agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Desrifahmi menambahkan, setiap siswa penerima bantuan akan mendapatkan empat stel seragam sekolah, terdiri dari dua stel seragam nasional, satu stel seragam pramuka, dan satu stel seragam olahraga.
“Jumlah penerima sebanyak 250 siswa ini sudah sesuai dengan data DTSEN yang memenuhi syarat. Dengan demikian, bantuan ini dapat dikatakan tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyerahan seragam gratis sebenarnya direncanakan sebelum Hari Ulang Tahun Kota Solok. Namun, karena proses pengadaan dan penyesuaian anggaran, realisasi penyaluran dilakukan pada akhir semester ganjil tahun ini.
“Program ini bukan program awal tahun, melainkan program yang dianggarkan pada perubahan APBD 2025. Anggarannya baru bisa dieksekusi setelah perubahan, sehingga realisasi baru dapat dilakukan pada bulan November,” terangnya.

Menurut Desrifahmi, program seragam gratis ini merupakan kali pertama Dinas Pendidikan Kota Solok menerapkan pola prioritas berdasarkan DTSEN. Ke depan, program ini akan menjadi prioritas utama pada tahun 2026 dengan mekanisme yang sama.
“Untuk tahun 2026, program ini akan kita lanjutkan dan menjadi program prioritas. Polanya tetap mengacu pada data DTSEN agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia berharap, dengan adanya program seragam gratis ini, tidak ada lagi siswa di Kota Solok yang terkendala bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak bersekolah dengan alasan tidak mampu membeli seragam,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bantuan seragam gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap generasi penerus bangsa, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Solok.

“Pemberian seragam gratis ini menjadi pemicu semangat bagi siswa yang kurang mampu agar lebih termotivasi untuk bersekolah. Dengan seragam baru, mereka diharapkan lebih percaya diri dan bersemangat dalam menuntut ilmu,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa program ini juga bertujuan untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa. Namun, penerima bantuan tetap harus memenuhi persyaratan sesuai data DTSEN yang dikelola oleh Dinas Sosial.
“Pada tahap perdana ini, kami menyalurkan 1.000 potong seragam untuk 250 siswa SMP/MTs se-Kota Solok. Masing-masing siswa menerima empat stel seragam. Karena keterbatasan anggaran, program ini baru bisa difokuskan untuk jenjang SMP/MTs terlebih dahulu,” jelasnya.
Wali Kota berharap program seragam gratis ini dapat membantu menekan angka anak tidak sekolah di Kota Solok serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Dengan dukungan semua pihak, mari bersama-sama kita bangun dan cerdaskan anak-anak Kota Solok. Seragam gratis ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan kepercayaan diri siswa,” tutupnya. (Cha)



Discussion about this post