Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Payakumbuh — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menggencarkan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Pasar Padang Kaduduak, Payakumbuh Utara, Kamis (5/3/2026).
Wali Kota Payakumbuh melalui Asisten II Setdako, Yasrizal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama saat terjadi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan.
“Kita terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau masyarakat, terutama saat terjadi gejolak harga seperti menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut, Pemko Payakumbuh melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan harga subsidi, di antaranya beras lokal Anak Daro, beras SPHP, telur ayam, gula pasir, bawang merah, dan minyak goreng.
“Kami ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan aman dan harga yang wajar selama Ramadan,” kata Yasrizal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edfidel Arda, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah.
“Kami menyasar langsung masyarakat Kota Payakumbuh. Warga cukup menunjukkan fotokopi KTP agar program ini tepat sasaran,” katanya.
Dalam kegiatan itu, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, di antaranya:
Beras lokal Anak Daro Rp150.000 per 10 kilogram (harga pasar Rp170.000) dengan stok 2.750 kilogram.
Beras SPHP Rp60.000 per kemasan (harga pasar Rp64.000) dengan stok 600 kilogram.
Telur ayam Rp47.000 per tray (harga pasar Rp53.000) dengan stok 275 tray.
Gula pasir Rp14.000 per kilogram (harga pasar sekitar Rp18.000) dengan stok 275 kilogram.
Bawang merah Rp20.000 per kilogram (harga pasar Rp23.000) dengan stok 275 kilogram.
Minyak goreng Rp29.000 per pouch (harga pasar Rp31.400) dengan stok 275 pouch.
Edfidel menambahkan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp10 juta.
“Harapan kita, dukungan ini dapat memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara rutin ke depan,” ujarnya.
Salah seorang warga Kelurahan Tigo Koto Diate, Fahmi Yurnita, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemko Payakumbuh karena harga bahan pokok yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh atas Gerakan Pangan Murah ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga kami, apalagi menjelang Ramadan. Kami berharap program ini bisa rutin dilaksanakan,” katanya.
(bbz)



Discussion about this post