Kota Solok — Dalam rangka membahas usulan program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., memimpin rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (14/1) di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Solok.
Rapat tersebut membahas langkah strategis Pemerintah Kota Solok dalam menindaklanjuti dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025, yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sembilan kelurahan di Kota Solok.
Berdasarkan data yang dipaparkan, bencana tersebut berdampak terhadap 2.978 kepala keluarga dengan total 9.375 jiwa. Sebanyak 2.481 orang terpaksa mengungsi selama 3 hingga 10 hari, serta tercatat satu orang meninggal dunia.
Selain itu, bencana juga menyebabkan 2.233 unit rumah terendam banjir, 115 hektare sawah terendam, dengan rincian 58 hektare rusak berat, 10,8 hektare rusak sedang, dan 9,5 hektare rusak ringan. Dampak lainnya meliputi 292 unit UMKM dan satu koperasi terdampak, 14 kilometer jalan rusak, empat ruas sungai rusak berat, 11 jaringan irigasi rusak berat dan sedang, empat SPAM rusak berat, serta 14 masjid dan mushalla terendam banjir.
Wakil Wali Kota Solok menegaskan komitmen Pemerintah Kota Solok untuk memastikan seluruh proses pendataan dilakukan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami akan bekerja sama dengan seluruh unsur terkait agar bantuan dan program rehabilitasi serta rekonstruksi ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Suryadi Nurdal.
Rapat tersebut turut diikuti oleh Asisten II Sekda Kota Solok, Staf Ahli, Baperida, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Pelaksana BPBD, serta Kabag Perekonomian Setda Kota Solok. (Cha)



Discussion about this post