Bukittinggi — Pagurauan Lapau Kasiak. Fungsinya memang sebagai tempat bagurau, tidak hanya warga dari Bukittinggi namun juga berbagai tempat di selitarnya. Namun kiprah tempat yang dinamakan Pagurauan Lapau Kasiak, Kelurahan Kubu Gulaibancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selatan (MKS) ini juga banyak dalam bidang sosial dan agama.
Contohnya, pada moment hari besar Islam seperti Idul Adha Pagurauan Lapau Kasiak ini rutin melakukan beberapa ekor sapi, atau setiap 1 Muharam melakukan pengajian dengan mengundang anak yatim menjsmu mereka makan bahkan dusantuni dengan uang dengan jumlah nominalnya yang cukup banyak.
Pokoknya sesuai dengan falsafah kehidupan masyarakat Minang, jelas Nur Efriendi dan Mak Sidi, anggota Pagurauan Lapau Kasiak “kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan”, tidak hanya untuk anggota yang terdaftar tapi juga apa yang terjadi di lingkungan terutama di setiap bencana.
Dengan prinsip itulah, Nur Efriendi dan Mak Sidi menambahkan, saat Sumbar diterpa bencana saat ini, Pagurauan Lapau Kasiak ikut memberikan perhatian dan sumbangan.
Bantuan sebanyak 100 paket sembako dan puluhan kardus pakaian, Senin (8/12) pagi dengan menggunakan tiga mobil dan sebuah sepeda motor, langsuang diantarkan kepada para korban bencana banjir dan longsor di Salareh Aia.
“Kami sengaja langsung mengantarkan kepada setiap warga Salareh Aia yang tertimpa bencana, agar bisa tepat sasaran dan kebutuhan. Ini sesuai dengan kesepakatan anggota dan para donatur yang tidak sedikit pula bukan anggota,” ujar kedua tokoh Pagurauan Lapau Kasiak tersebut.
Untuk mengantarkan bantuan tersebut, rombongan harus menempuh memutar jalan yang cukup jauh melalui Palupuah (Agam), Kumpulan terus ke Alahan Mati (Pasaman) dengan kondisi jalan yang penuh tantangan.
Selain kegiatan sosial dan keagamaan di atas, sesuai dengan nama kelompok paguyuban ini, secara periodik juga melaksanakan kegiatan bersifat hiburan seperti saluang atau kim. (*)



Discussion about this post