Padang Pariaman — Menjelang senja di penghujung tahun, di ruang sederhana Kantor DPD PAN Padang Pariaman, Selasa sore itu (30/12), doa-doa kecil mengalun dari bibir anak-anak yang telah lebih dulu mengenal kehilangan.
DPD PAN Padang Pariaman menggelar doa bersama sekaligus menyantuni anak yatim dan piatu sebagai penutup akhir tahun.
Mereka duduk berderet, memegang harapan yang sama, bahwa ada tangan-tangan yang masih mau merangkul di tengah duka bencana yang melanda Sumatera.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang empati, tempat kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan yang dirawat, terutama di tengah duka yang masih menyelimuti Pulau Sumatera akibat berbagai bencana alam sepanjang tahun ini.
Lebih dari 200 anak yatim piatu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman menerima santunan berupa uang tunai dan paket sembako.
Bagi mereka, bantuan itu bukan hanya soal materi, melainkan juga perhatian dan pengakuan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kehidupan yang keras pascabencana dan kehilangan.

Ketua DPD PAN Padang Pariaman, Suhatri Bur, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan nasional PAN yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim ini merupakan agenda nasional PAN, atas arahan langsung Ketua Umum PAN, Bapak Zulkifli Hasan, yang juga Menko Bidang Pangan. Ini adalah bentuk kepedulian bersama kami terhadap kondisi bangsa hari ini,” ujar Suhatri Bur, yang akrab disapa Aciak.
Mantan Bupati Padang Pariaman itu menegaskan, kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam atas rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatera, termasuk banjir, longsor, dan musibah alam lainnya yang menyisakan duka, terutama bagi anak-anak.
“Melalui doa dan kenduri bersama anak yatim piatu ini, kami memohon keselamatan dan keberkahan untuk kita semua. Ini juga doa untuk kekuatan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, agar diberi ketabahan dan harapan baru,” tutur Aciak dengan suara lirih.
Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan hanya perintah agama, tetapi juga bagian dari nilai luhur budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi kepedulian dan kebersamaan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan semangat perjuangan PAN yang menempatkan kemanusiaan dan keadilan sosial sebagai pondasi utama.
“Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Kehadiran mereka hari ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, terutama mereka yang paling rentan,” tambahnya.
Doa-doa yang dipanjatkan hari itu mengalir sederhana, namun sarat makna dan doa untuk keselamatan Sumatera, untuk persatuan bangsa, dan untuk masa depan yang lebih baik. Sejenak, sekat-sekat politik larut dalam keheningan spiritual dan rasa kemanusiaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD PAN Padang Pariaman Rahman Rizal, ST, Bendahara DPD PAN Dedi Salim, Ketua DPD BM PAN Padang Pariaman, serta jajaran pengurus dan kader PAN lainnya. Mereka larut bersama anak-anak, berbagi senyum, doa, dan harapan.
Di penghujung acara, yang tersisa bukan hanya paket sembako atau amplop santunan, melainkan pesan kuat tentang arti kepedulian. Bahwa di tengah bencana dan ujian, kemanusiaan adalah pegangan terakhir yang harus terus dijaga.
Melalui kegiatan ini, DPD PAN Padang Pariaman berharap semangat gotong royong dan empati sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, menjadi cahaya kecil yang menerangi langkah menuju tahun baru, dengan optimisme dan harapan yang kembali menyala. (Idm)



Discussion about this post