Dharmasraya — Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, pertanyakan dugaan kebocoran limbah PT Dharmasraya Lestarindo (DL) ke Sungai Batang Piruko. Aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan warga itu dilaporkan mengeluarkan bau menyengat dalam beberapa hari terakhir.
Warga yang bermukim di sepanjang aliran Batang Piruko menyebut pencemaran bukan kali pertama terjadi. Menurut mereka, kebocoran limbah perusahaan telah berulang kali mencemari sungai, namun hingga kini belum ada kejelasan maupun penjelasan terbuka dari pihak perusahaan.
“Air sungai berbau tidak sedap. Kami khawatir ikan dan makhluk hidup lain di sungai akan mati,” kata Erwin Tambahri salah seorang tokoh masyarakat Koto Baru, Sabtu (13/12/2025).
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, warga mengaku khawatir pencemaran tersebut mengancam ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat. Sungai Batang Piruko selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik dan pertanian oleh warga sekitar.
Mulyadi, SAg yang juga merupakan tokoh masyarakat menegaskan , pihak perusahaan tidak boleh lepas tangan dan harus segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, sikap tanggung jawab perusahaan sangat dibutuhkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial.
“Ini tanggung jawab perusahaan. Jangan sampai warga turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi,” tegasnya.
Selain itu, Mulyadi juga menyoroti informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait sikap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dinilai terkesan tutup mata dan tidak menanggapi dugaan pencemaran sungai tersebut. Jika informasi itu benar, ia memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau benar DLH bersikap diam, kami akan melaporkannya langsung kepada Bupati Annisa Suci Ramadhani. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan aman dan jauh dari hal seperti ini,” tukasnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan pihak manajemen PT Dharmasraya Lestarindo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kebocoran limbah tersebut.
Pemerintah daerah dan instansi terkait yang berada dilingkungan pemda dharmasraya juga didesak untuk segera turun tangan melakukan investigasi serta memastikan penegakan aturan lingkungan. (Sp)



Discussion about this post