Solok Selatan — Keanekaragaman budaya yang berkembang dan masih lestari di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dipertunjukan dalam Pawai Kebudayaan yang merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun daerah itu yang ke-22 tahun ini.
Pawai Kebudayaan yang mengambil start dari Kantor Bupati yang finis di Ruang Terbuka Hijau Solok Selatan di Padang Aro diikuti oleh setiap nagari, kecamata, dan organisasi perangkat daerah yang ada.
Kebudayaan yang ditampilkan mulai dari Budaya Minang seperti prosesi turun mandi, manjalang mintuo, maanta bali, sementara budaya Jawa seperti temu manten.
Bupati Solok Selatan, Khairunas menyampaikan pawai kebudayaan ini menjadi cermin ada dan tradisi seluruh wilayah Solok Selatan mulai dari Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh hingga ke ujung Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari.
“Pawai ini bukan sekedar rangkaian saja, tapi cermin kekayaan adat, seni, tradisi, dan kearifan lokal Solok Selatan yang diwariskan pendahulu kita. Ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan kekayaan kebudayaan tersebut ke masyarakat Solok Selatan,” katanya usai menikmati Pawai Kebudayaan di RTH Solok Selatan, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, budaya menjadi akar kekuatan Solok Selatan, yang menjadi salah satu dasar pembangunan di daerah.
Kebudayaan yang beragam ini juga menjadi wujud masyarakat yang berbudaya, religius, dan terbuka dengan perkembangan.
Banyak budaya dipertontonkan dalam pawai kebudayaan kali ini. Meski bertema sama, menariknya kebudayaan ini telah diserap dan disesuaikan dengan kondisi di daerah lokal masing-masing.
Bahkan di beberapa wilayah, adat Jawa pun ikut diserap dan disesuaikan dengan kebudayaan lokal lainnya. (Joko)



Discussion about this post