Limapuluh Kota — Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Waktu Kunjung Tokoh (Wakuntoh) yang dikemas dalam bentuk audiensi bersama Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 10.45 WIB tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus memberikan bimbingan, edukasi, sosialisasi, serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam mendukung kelancaran Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres 50 Kota didampingi para Pejabat Utama Polres 50 Kota, di antaranya Kasi Humas AKP Kurnia Adifa, S.H., Kasiwas AKP Mhd. Nasir, Kasi Propam Iptu Zulkarnain Lubis, S.H., M.H., Kanit IV Sat Reskrim Ipda Al Dafrizal, serta personel Humas Polres 50 Kota.
Sementara dari jajaran Dinas Pangan hadir Kepala Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota Yunire, M.Si., para kepala bidang, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lima Puluh Kota Santun, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Lima Puluh Kota.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan sambutan Kepala Dinas Pangan. Dalam sambutannya, Yunire menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolres 50 Kota beserta jajaran. Ia berharap adanya bimbingan dan edukasi dari Polres 50 Kota, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas demi menyukseskan Program MBG.
Kapolres 50 Kota dalam sambutannya menegaskan bahwa Polres 50 Kota senantiasa mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui inovasi program yang bermakna silaturahmi. Ia juga menegaskan komitmen Polri dalam mendukung penuh Asta Cita Presiden RI, khususnya Program Nasional Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan agar seluruh penyelenggara dan pengelola SPPG menjalankan tugas dengan niat tulus, penuh tanggung jawab, mematuhi SOP serta ketentuan yang berlaku, dan disertai pengawasan yang ketat. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi, mitigasi risiko, transparansi, keterbukaan informasi, serta sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya terkait sertifikasi halal, keterlambatan operasional SPPG oleh mitra, fluktuasi harga pangan, kendala transportasi, serta lambatnya pembangunan SPPG. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pangan menyampaikan bahwa saat ini terdapat 43 SPPG di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota yang membutuhkan koordinasi dan mitigasi berkelanjutan agar Program MBG dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kapolres 50 Kota menegaskan pentingnya transparansi data dan informasi, dukungan pengamanan distribusi, serta kesiapsiagaan Polres 50 Kota dalam mendukung penguatan operasional SPPG di seluruh wilayah.
Kegiatan audiensi ditutup dengan menyanyikan Lagu Padamu Negeri dan sesi foto bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas terpantau aman, tertib, dan kondusif. (bbz)



Discussion about this post