Oleh Syafri Piliang
Wartawan Muda
Dharmasraya – Sabtu pagi (30/8/2025), halaman Nagari Sungai Rumbai Timur, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasrya, Provinsi Sumbar tak seperti biasanya. Sejak matahari baru menanjak, antrean warga sudah mengular. Mereka menenteng tas belanja, sebagian lagi membawa karung, menanti beras, gula, minyak, dan telur pangan murah yang dijanjikan pemerintah.
Hari ini, Kabupaten yang beru menginjak 21 tahun menjadi bagian dari denyut besar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak dari 7.285 titik seluruh Indonesia. Di Sumatera Barat, ada 179 kecamatan yang bergerak, dan Dharmasraya mendapat kehormatan dengan 11 titik pelaksanaan.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, hadir langsung menyapa warganya. Dengan senyum ramah ia menegaskan,
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kembali menghadirkan pangan murah untuk meringankan beban masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan pokok bisa diakses bagi semua kalangan dengan harga yang terjangkau.”ujar sang srikandi itu.
Kata-kata itu disambut tepuk tangan. Tapi lebih dari sekadar pidato, di depan mata warga tergelar fakta: 2,4 ton beras SPHP, 480 liter minyak goreng, 100 kilogram gula pasir, dan 130 ekstrey telur ayam dibagikan di Sungai Rumbai. Di kecamatan lain, masing-masing mendapat jatah 500 kilogram beras. Total, 8 ton beras dilepas hari itu ke pasar rakyat Dharmasraya.
Ketua DPRD, Jemi Hendra, menyebut langkah ini “pro rakyat sejati.” Sementara Wali Nagari Sungai Rumbai Timur, Arisman Bagindo Sutan, tak kuasa menutupi rasa syukurnya.“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran pangan murah ini benar-benar membantu warga, terutama saat harga pasar kerap berfluktuasi,” ujarnya.
Dan benar, antusiasme menjadi saksi. Warga berbondong – bondong sejak pagi hingga siang harinya, seolah tak ingin kehilangan kesempatan. Di balik wajah lelah antre, terselip senyum lega membawa pulang beras dan minyak dengan harga terjangkau.
Di tengah gejolak harga dan beban hidup yang makin menghimpit masyarakat, GPM hadir bukan sekadar bazar. Ia jadi napas, jeda dan pengingat bahwa negara ,setidaknya hari itu turun langsung ke tengah rakyat yang sedang dihadapkan oleh himpitan beban ekonomi yang sangat sulit.***
Discussion about this post