Dharmasraya — PT Dharmasraya Lestarindo (DL) kembali menjadi sorotan masyarakat. Perusahaan pengolah sawit yang beroperasi di Sungai Koto Balai, Nagari Koto Padang, itu diduga membuang limbah ke aliran sungai hingga menyebabkan air berwarna hitam pekat dan berbau menyengat, Kamis (10/12).
Salah seorang warga Nagari Koto Padang, RK (40), mengungkapkan bahwa dugaan kebocoran limbah tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena sungai tersebut mengalir hingga ke Sungai Siat dan berdampak pada masyarakat di sepanjang aliran.
“Sungai Koto Balai tidak berhenti di sini saja, airnya mengalir sampai ke Sungai Siat. Dampaknya dirasakan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Ini sangat menakutkan karena limbah pabrik bisa membahayakan keselamatan,” ujarnya kepada wartawan.
RK berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya bertindak cepat dan tegas memberikan sanksi kepada pihak perusahaan apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (11/12/25), menyampaikan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan pencemaran tersebut.
“Apabila perbuatan itu terbukti, baik karena kelalaian maupun kesengajaan pihak perusahaan, maka akan diberikan tindakan dan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas tanpa adanya “main mata” dari DLH Dharmasraya dalam menangani dugaan pencemaran Sungai Koto Balai yang mengalir melewati permukiman warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT Dharmasraya Lestarindo, Zulkifli, belum memberikan tanggapan. (Tim)



Discussion about this post