ADVERTISEMENT
Sabtu, 7 Februari 2026
Ɍ™ Kritis Mengkritisi
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • HOME
  • FOKUS
  • SUMATERA BARAT
    • PEMPROV SUMBAR
    • -KOTA PARIAMAN
    • -PADANG PARIAMAN
    • -KOTA PADANG
    • -PASAMAN
    • -PASAMAN BARAT
    • -PESISIR SELATAN
    • -LIMAPULUH KOTA
    • -KOTA PAYAKUMBUH
    • -TANAH DATAR
    • -KOTA PADANG PANJANG
    • -SIJUNJUNG
    • -KOTA SAWAHLUNTO
    • -SOLOK SELATAN
    • -KOTA SOLOK
    • -KAB. SOLOK
    • -AGAM
    • -KOTA BUKITTINGGI
    • -DHARMASRAYA
    • -KEP. MENTAWAI
  • NASIONAL
  • HUMANIORA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
    • KOMUNITAS
  • PERSPEKTIF
    • TAJUK RENCANA
    • ESSAY
    • FIKSI
  • SERBA SERBI
    • EKONOMI/PASAR
    • GAYA HIDUP
    • OLAHRAGA
  • POLITIK
    • PILKADA SERENTAK
    • PEMILU SERENTAK
  • PILIHAN EDITOR
    • IN-DEPTH
    • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • FOKUS
  • SUMATERA BARAT
    • PEMPROV SUMBAR
    • -KOTA PARIAMAN
    • -PADANG PARIAMAN
    • -KOTA PADANG
    • -PASAMAN
    • -PASAMAN BARAT
    • -PESISIR SELATAN
    • -LIMAPULUH KOTA
    • -KOTA PAYAKUMBUH
    • -TANAH DATAR
    • -KOTA PADANG PANJANG
    • -SIJUNJUNG
    • -KOTA SAWAHLUNTO
    • -SOLOK SELATAN
    • -KOTA SOLOK
    • -KAB. SOLOK
    • -AGAM
    • -KOTA BUKITTINGGI
    • -DHARMASRAYA
    • -KEP. MENTAWAI
  • NASIONAL
  • HUMANIORA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
    • KOMUNITAS
  • PERSPEKTIF
    • TAJUK RENCANA
    • ESSAY
    • FIKSI
  • SERBA SERBI
    • EKONOMI/PASAR
    • GAYA HIDUP
    • OLAHRAGA
  • POLITIK
    • PILKADA SERENTAK
    • PEMILU SERENTAK
  • PILIHAN EDITOR
    • IN-DEPTH
    • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Ɍ™ Kritis Mengkritisi
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Di Pusara Perintis, Dharmasraya Belajar Menunduk dan Mengenang

by admin redaksi
7 Januari 2026
in -DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT
Reading Time: 2min read
Di Pusara Perintis, Dharmasraya Belajar Menunduk dan Mengenang

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya ziarah ke pusara Ahmad Munawar. (Dok. Ferry)

ADVERTISEMENT

Oleh : Syafri Piliang
Wartawan Muda

Dharmasraya – Usai menggelar upacara HUT Dharmasraya di Lapangan Metador, Nagari Koto Baru, Selasa (6/1/2026). Dari kejauhan tampak langit Nagari Koto Padang tidak sepenuhnya cerah. Awan tipis menggantung di udara, seolah ikut menahan napas ketika langkah-langkah rombongan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mendekati sebuah pusara yang sunyi. Di sanalah Drs. H. Ahmad Munawar, M.M. beristirahat sebagai Penjabat Bupati pertama, perintis, dan saksi awal lahirnya sebuah kabupaten yang kini telah berusia 22 tahun.

Tak ada sorak. Tak ada tepuk tangan. Hanya bunga yang berpindah dari tangan ke tanah, dan doa yang lirih menembus kesunyian. Di hadapan makam itu, Dharmasraya seakan diminta untuk menunduk sejenak, ini bukan karena kalah, tetapi karena ingat dari mana ia bermula.

BERITA LAINNYA

Akhirnya, Irigasi Anai II di Kota Pariaman Berfungsi dan Dialiri Air

Pemko Pariaman Bersihkan Batang Pohon Tumbang yang Menyumbat Sungai Batang Air Pampan

Mulyadi Serahkan Alat Tangkap Ikan kepada 15 Nelayan di Kecamatan Pariaman Utara

Istri almarhum, Ny. Eti Ahmad Munawar, menyambut rombongan dengan keteduhan yang menyimpan jejak panjang pengabdian. Wajahnya seperti lembar arsip hidup, tenang, tapi penuh cerita tentang masa – masa ketika Dharmasraya belum lebih dari sebuah nama dan harapan.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melangkah perlahan. Bersama Wakil Bupati Leli Arni, Ketua DPRD Jemi Hendra, unsur Forkopimda, hingga tokoh adat dan alim ulama, ia berdiri dalam satu barisan sejarah.

Tak ada sekat jabatan. Semua setara sebagai pewaris amanah.Satu per satu, mereka menabur bunga. Gestur sederhana, tapi sarat dengan makna, bahwa kekuasaan, betapapun tinggi, pada akhirnya akan bersua dengan tanah yang sama.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ahmad Munawar dilantik sebagai Penjabat Bupati Dharmasraya pada 10 Januari 2004 yakni tiga hari setelah kabupaten ini resmi berdiri. Saat itu, tak ada kemewahan. Anggaran terbatas. Kantor belum layak. Perangkat pemerintahan belum lengkap. Yang melimpah hanyalah sebuah harapan dan itu justru bisa menjadi beban paling berat untuk dirasa.

Dalam situasi serba darurat itu, Munawar lebih memilih jalan sunyi, musyawarah. Ia mendekati tokoh adat, merangkul masyarakat, menenangkan kegelisahan, dan menjaga agar euforia pemekaran tak berubah menjadi konflik. Ia tidak membangun gedung megah, tetapi menegakkan kepercayaan. Ia tidak meninggalkan monumen, tetapi nilai.

“Dharmasraya dibangun dari niat tulus, kerja keras, dan kebersamaan,” ujar Bupati Annisa di hadapan pusara. Kalimat itu terdengar sederhana, tapi justru di situlah ketajamannya. Sebab, dua dekade kemudian, pertanyaan itu kembali relevan. Pertayaan yang tersisa masihkah nilai-nilai itu menjadi kompas? Karena dalam usia 22 tahun bukan lagi usia kanak-kanak bagi sebuah daerah otonom.

ADVERTISEMENT

Dharmasraya telah tumbuh, membangun, dan mencatat capaian. Namun tuntutan masyarakat juga semakin nyaring. Ketimpangan, pelayanan publik, hingga kepercayaan, namum semuanya menunggu jawaban yang tak bisa ditunda.

Ziarah ini, karenanya, bukan nostalgia kosong. Ia adalah cermin. Di pusara Ahmad Munawar, Dharmasraya diingatkan bahwa kekuasaan sejati bukan soal berapa lama berkuasa, melainkan seberapa dalam jejak pengabdian yang ditinggalkan.

Atas nama pemerintah dan masyarakat, Bupati Annisa menyampaikan penghormatan kepada keluarga almarhum dan masyarakat Nagari Koto Padang. Nagari yang melahirkan seorang perintis, tanpa hiruk-pikuk duniawi, tanpa pamrih.

Ketika rombongan perlahan meninggalkan makam dan tetap berjalan seperti biasa. Tapi Dharmasraya seharusnya pulang dengan sesuatu yang lebih dari sekadar rangkaian HUT, kesadaran bahwa masa depan yang kokoh hanya bisa dibangun oleh mereka yang tidak lupa cara menghormati masa lalu. Terlihat di hadapan pusara itu, Dharmasraya tidak sedang merayakan usia. Tapi Ia belajar untuk rendah hati. ***

ShareTweetSend
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sekda Rudy: Hari Jadi ke-193 Padang Pariaman, Diperingati Secara Sederhana Namun Khidmat

Next Post

Saluran Irigasi Amblas Tiga Bulan, Petani Sungai Dareh Menjerit

Next Post
Saluran Irigasi Amblas Tiga Bulan, Petani Sungai Dareh Menjerit

Saluran Irigasi Amblas Tiga Bulan, Petani Sungai Dareh Menjerit

Respon Cepat Polsek Cengkareng Tindaklanjuti Aduan 110 Terkait Dugaan Perampasan Motor oleh Debt Collector

Respon Cepat Polsek Cengkareng Tindaklanjuti Aduan 110 Terkait Dugaan Perampasan Motor oleh Debt Collector

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
  • BOX REDAKSI
  • ABOUT US
  • KODE ETIK (KEWI, KEJ & KEIW)
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© PT MEDIA JAYA INVESTIGASI

No Result
View All Result
  • HOME
  • FOKUS
  • SUMATERA BARAT
    • PEMPROV SUMBAR
    • -KOTA PARIAMAN
    • -PADANG PARIAMAN
    • -KOTA PADANG
    • -PASAMAN
    • -PASAMAN BARAT
    • -PESISIR SELATAN
    • -LIMAPULUH KOTA
    • -KOTA PAYAKUMBUH
    • -TANAH DATAR
    • -KOTA PADANG PANJANG
    • -SIJUNJUNG
    • -KOTA SAWAHLUNTO
    • -SOLOK SELATAN
    • -KOTA SOLOK
    • -KAB. SOLOK
    • -AGAM
    • -KOTA BUKITTINGGI
    • -DHARMASRAYA
    • -KEP. MENTAWAI
  • NASIONAL
  • HUMANIORA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
    • KOMUNITAS
  • PERSPEKTIF
    • TAJUK RENCANA
    • ESSAY
    • FIKSI
  • SERBA SERBI
    • EKONOMI/PASAR
    • GAYA HIDUP
    • OLAHRAGA
  • POLITIK
    • PILKADA SERENTAK
    • PEMILU SERENTAK
  • PILIHAN EDITOR
    • IN-DEPTH
    • ADVERTORIAL

© PT MEDIA JAYA INVESTIGASI