Oleh : Syafri Piliang
Wartawan Muda
Pulau Punjung – Malam itu, Rabu, 7 Januari 2026, pelataran parkir Kantor Bupati Dharmasraya menjelma menjadi ruang hening yang ramai. Ribuan orang datang berbondong-bondong dari berbagai nagari, sebagian bersama keluarga, sebagian lain dengan sahabat, larut dalam satu suasana yang tak biasa, perayaan ulang tahun daerah yang dirayakan dengan doa, shalawat, dan refleksi.
Lampu sorot menyapu panggung utama, memantulkan kilau cahaya ke wajah-wajah yang menengadah. Di antara riuh langkah dan suara pengeras, ada keheningan yang terasa sontak hening yang lahir dari kesadaran kolektif bahwa malam itu bukan hanya sekadar hiburan. Ini adalah perayaan usia ke 22 Kabupaten Dharmasraya, yang dipilih untuk dirayakan dengan cara bersahaja, religius, dan penuh makna, kendati pemimpin silih berganti.
Malam puncak HUT di bumi anyar kali ini dikemas agak berbeda dengan sebelumnya. Tak ada gegap gempita pesta rakyat yang berisik. Yang hadir justru suasana spiritual, ketika panggung besar menjadi mimbar dakwah dan lantunan shalawat menggantikan dentuman musik keras.
Ustadz Riza Muhammad mengawali malam dengan tausiyah yang lembut namun menghunjam. Tema yang ia angkat sederhana tentang perempuan dan ibu. Ia mengutip Surah Luqman ayat 14, tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ibu, yang mengandung dalam kelemahan demi kelemahan.
Kalimat – kalimatnya mengalir tenang, membuat sebagian hadirin terdiam, sebagian lain menunduk, seolah mengingat kembali wajah ibu di rumah.
Tausiyah itu menjadi jembatan menuju suasana berikutnya. Saat nama Haddad Alwi disebut, riuh kecil terdengar. Penyanyi religi yang telah puluhan tahun dikenal lewat shalawat ini melangkah ke atas panggung dengan busana sederhana. Tak ada gestur berlebihan. Ia hanya berdiri, tersenyum, lalu melantunkan shalawat pertama.
Suara khas Haddad Alwi mengisi ruang malam di ranah cati nan tigo dengan lembut, bersih, dan penuh penghayatan. Tata cahaya yang hangat mempertegas suasana syahdu. Ribuan jamaah larut, sebagian mengangkat tangan, sebagian lain menutup mata, mengikuti setiap bait shalawat yang dilantunkan.
Di tengah penampilannya, Haddad Alwi memanggil Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni ke atas panggung. Keduanya berdiri berdampingan, tak berjarak dengan rakyat. Mereka ikut bershalawat, menyatu dalam barisan doa bersama.
Momen itu menjadi simbol yang kuat, sosok pemimpin pilihan rakyat yang berdiri sejajar, mengamini doa yang sama, menghadap Tuhan yang sama. Haddad Alwi lalu memimpin doa untuk daerah ini diberi keberkahan, kekuatan, dan arah pembangunan yang diridai. Secara khusus, doa dipanjatkan untuk Annisa Suci Ramadhani agar diberi kesehatan, keteguhan, dan amanah dalam memimpin.
“Aamiin” menggema serentak. Malam terasa semakin larut dingin, hening, meski ribuan orang berkumpul di satu tempat.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang turut hadir malam itu, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Dharmasraya. Ia juga memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah untuk para korban bencana di Sumatera Barat. Ini, sebuah pengingat bahwa perayaan tak boleh melupakan duka sesama.
Sejumlah tokoh daerah turut hadir, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra bersama anggota dewan, Penjabat Sekda Jasman Dt Bandaro Bendang, Bupati definitif pertama Dharmasraya Marlon Martua, hingga tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi perempuan.
Namun malam itu, jabatan dan gelar seolah luruh. Yang tersisa hanyalah manusia – manusia yang bershalawat bersama, mengamini doa sembari berharap akan ridho dan masa depan yang lebih baik.
Di bawah kilauan cahaya panggung dan lantunan shalawat yang tak putus, HUT ke 22 ini menjelma menjadi perayaan yang sunyi tapi dalam, sebuah jeda untuk menunduk, berdoa, dan mengingat bahwa perjalanan daerah ini bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga tentang menjaga nilai, iman, dan kebersamaan. Malam itu, Dharmasraya merayakan usia dengan cara yang sederhana dan bersyukur bagi kemajuan daerah yang sedang menatap masa depan yang lebih baik.***



Discussion about this post