Oleh : Syafri Piliang
Wartawan Muda
Dharmasraya – Dari 52 Nagari salah satu fiantaranya tumbuh dari denyut sawah, alur sungai, dan gotong royong yang tak pernah benar – benar padam, kabar baik itu datang tanpa ada hiruk – pikuk. Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar ditetapkan sebagai Nagari Terbaik tingkat Nasional tahun 2025 dalam penilaian kinerja pemerintahan Nagari (desa) hingga Jorong (kelurahan).
Surat keputusan itu ditandatangani langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, 7 Januari 2025. Sebuah tanggal yang kelak akan dikenang warga Sungai Duo sebagai penanda bahwa kerja sunyi dari nagari, bila dirawat dengan konsistensi, akan menemukan jalannya menuju pengakuan yang lebih tinggi.
Prestasi Sungai Duo berjalan seiring dengan pengakuan terhadap kepemimpinan di tingkat kabupaten. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, ditetapkan sebagai penerima Anugerah Upakarya Wanua Nugraha, kategori Pembina Pemerintahan Desa/Kelurahan Terbaik Indonesia ini sebuah penghargaan yang tidak diberikan kepada mereka yang sekadar hadir dalam seremoni, tetapi kepada kepala daerah yang turun, membina, dan bertahan dalam proses panjang pembangunan desa.
“Alhamdulillah, ini kabar yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Dharmasraya,” ungkap Penjabat Sekda Dharmasraya, Drs. Jasman Dt Bandaro Bendang, MM, di Pulau Punjung, Sabtu (10/1/2026).
Penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026, 15 Januari mendatang di Boyolali, Jawa Tengah.
Momentum simbolik yang menegaskan bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang menentukan arah.
Anugerah ini bersifat sangat selektif. Dalam penilaian nasional tahun 2025, hanya enam gubernur, empat bupati, dan empat wali kota di seluruh Indonesia yang dinilai layak menerima Upakarya Wanua Nugraha. Dharmasraya berdiri di antara sedikit daerah yang dinilai konsisten membangun dari akar.
Sementara itu, Nagari Sungai Duo, di bawah kepemimpinan Wali Nagari Ali Amran. Saat dihubungi Rabu (14/1/2026) beliau mengaku sedang berada di boyolali untuk menerima Anugerah Upakarya Wanua Nugraha, kategori pembina pemerintahan desa / keluruhan terbaik se – Indonesia.
sebagai peringkat pertama nasional. Penilaian dilakukan secara komprehensif di mulai dari ketertiban administrasi pemerintahan, kualitas pelayanan publik, keberhasilan pembangunan, kekuatan pemberdayaan masyarakat.
Tak sampai disitu hingga keberanian menghadirkan inovasi nagari.Di Sungai Duo, prestasi bukan sekadar angka di atas kertas. Ia hadir dalam layanan yang lebih dekat dengan warga, dalam pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil, dan dalam ruang – ruang partisipasi yang memberi masyarakat tempat untuk bersuara.
Capaian ini menegaskan satu hal bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari pusat kekuasaan, tetapi sering kali tumbuh dari desa yang dikelola dengan visi, integritas, dan keberanian berinovasi.
Dharmasraya, sekali lagi, membuktikan bahwa membangun dari nagari bukan jargon. Ia adalah pilihan jalan sunyi, panjang, dan penuh kerja nyata , yang kini berbuah ke pengakuan nasional. ***



Discussion about this post