Sarolangun — Bupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Direksi dan Komisaris Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA) Serumpun Pseko Kabupaten Sarolangun untuk masa jabatan 2026–2030, bertempat di Ruang Utama Kantor Bupati Sarolangun, Senin (5/1/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sarolangun Gerry Tri Satwika, Sekretaris Daerah Sarolangun, para kepala OPD, para asisten, kepala bagian, unsur TNI–Polri, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Hurmin melantik Sugeng Mulyadi sebagai Komisaris dan Akhyar, S.ThI sebagai Direktur PERSERODA Serumpun Pseko Kabupaten Sarolangun.
Dalam sambutannya, Bupati Hurmin menyampaikan bahwa PERSERODA Serumpun Pseko yang selama ini vakum kini kembali diaktifkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, hari ini kita melantik Direktur dan Komisaris PERSERODA. Perusahaan daerah ini telah lama vakum dan hari ini kita bangkitkan kembali,” ujarnya.
Bupati berharap dengan dilantiknya jajaran direksi dan komisaris yang baru, PERSERODA dapat berperan aktif menggali potensi daerah dan berkontribusi terhadap PAD Kabupaten Sarolangun.
“Dengan kegiatan hari ini, saya berharap ke depan PERSERODA dapat membantu menggali potensi PAD yang ada di daerah kita,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak awal proses seleksi, telah disampaikan secara terbuka bahwa PERSERODA saat ini belum memiliki anggaran.
“Sejak awal sudah disampaikan bahwa PERSERODA belum memiliki anggaran. Namun dengan niat baik, kejujuran, dan dukungan pemerintah daerah yang memberikan ruang, saya yakin perusahaan ini bisa berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Hurmin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan berupaya membantu permodalan sesuai kemampuan daerah, terutama setelah PERSERODA mulai menunjukkan arah usaha yang jelas.
“Yang terpenting adalah menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Insya Allah, soal modal akan kami upayakan semaksimal mungkin sesuai kemampuan pemerintah daerah,” tambahnya.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membentuk struktur kepengurusan yang solid serta menyusun agenda dan rencana usaha ke depan.
“Banyak potensi PAD yang bisa digali. Walaupun tanpa modal besar, dengan jaringan, pergaulan yang baik, serta kejujuran sebagai kunci utama, insya Allah akan tumbuh kepercayaan dari masyarakat dan mitra usaha,” tegas Bupati.
Sementara itu, Direktur PERSERODA Serumpun Pseko yang baru dilantik, Akhyar, menyampaikan optimisme bahwa PERSERODA ke depan akan berkembang lebih baik meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran.
“Mudah-mudahan PERSERODA ini ke depan menjadi lebih baik. Sebelumnya berbentuk Perumda, dan kini telah berubah menjadi Perseroda sesuai dengan nomenklatur yang telah disahkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Akhyar menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara Perumda dan Perseroda terletak pada struktur kepemilikan saham.
“Jika sebelumnya Perumda dimiliki 100 persen oleh pemerintah daerah, maka dalam Perseroda kepemilikan saham mayoritas tetap 51 persen milik daerah, sedangkan 49 persen terbuka untuk pihak umum. Ini membuka peluang kerja sama dengan investor atau pihak swasta,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan internal sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan mitra usaha di tengah kondisi defisit anggaran.
“Tanpa modal besar, kami akan berbenah terlebih dahulu. Kepercayaan adalah kunci agar pihak swasta mau bekerja sama dengan PERSERODA,” pungkasnya. (Pen)



Discussion about this post