Pariaman — Kehadiran Dewan Pembina dan Pengurus Komunitas Lapau Simpang Tabuik (Lasita) di Desa Marunggi, Kota Pariaman, Senin (15/12) pagi itu, diharapkan dapat menjadi sitawa sidingin bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Melalui Program Lasita Peduli Bencana Hidrometeorologi, Lasita menyalurkan sebanyak 65 karung beras yang bersumber dari dana badoncek anggota komunitas.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Desa Marunggi dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Marunggi, Syaiful Bahri, beserta perangkat desa. Sejumlah warga penerima bantuan tampak hadir dan menyambut hangat kepedulian tersebut.
Rombongan Lasita yang dipimpin oleh Dewan Pembina Mukhlis Rahman, Mardison Mahyuddin, Bgd. Jamohor dan Jeni Tantawi, turut didampingi oleh Ketua Lasita Sudirman Palo, serta jajaran pengurus lainnya yang hadir untuk membersamai di antaranya Bukhari, Bakhtiar, Syafinal Akbar, Darmasyah, Asril dan Ikhlas Darma Murya.
Seperti diketahui, Desa Marunggi merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman.
Sedikitnya tiga rumah warga amblas akibat abrasi sungai, satu rumah hanyut terbawa arus, serta dua rumah mengalami kerusakan berat akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Tak hanya merusak permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pertanian. Mayoritas warga Desa Marunggi yang berprofesi sebagai petani mengalami gagal panen, setelah lahan pertanian mereka terendam air hingga setinggi paha orang dewasa saat banjir terjadi.

Dewan Pembina Lasita, Mukhlis Rahman, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Marunggi. Ia berharap kehadiran Lasita dapat menjadi penguat moril bagi para korban.
“Kami turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Marunggi. Semoga kehadiran Lasita bisa menjadi sitawa sidingin, penawar duka, penyejuk hati, dan penghibur lara bagi para korban,” ujar Mukhlis, mantan Wali Kota Pariaman dua periode tersebut.
Mukhlis juga menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga mampu memberikan ketenangan batin, penyembuhan secara emosional, serta dukungan moral bagi warga yang terdampak.
Senada dengan itu, Dewan Pembina Lasita, Mardison Mahyuddin, turut memberikan semangat kepada warga terdampak. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan tidak kehilangan harapan dalam menghadapi musibah yang terjadi.
“Bencana ini memang berat, tetapi jangan sampai mematahkan semangat kita. Kami ingin masyarakat Marunggi tetap kuat, saling menguatkan, dan yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujar Mardison.
Ia juga berharap, kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan melalui Lasita Peduli dapat menumbuhkan optimisme masyarakat untuk menata kembali kehidupan pascabencana serta memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat. (Idm)



Discussion about this post