Sarolangun — Sejumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung di RSUD M. Chatib Quswain Sarolangun pada Tahun Anggaran 2025 dengan total pagu mencapai miliaran rupiah menjadi sorotan. Pasalnya, Direktur RSUD M. Chatib Quswain terkesan menghindari upaya konfirmasi dari wartawan, Jumat (26/12/2025).
Pada tahun 2025, RSUD M. Chatib Quswain menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dialokasikan untuk beberapa item kegiatan. Di antaranya rehabilitasi gedung rawat inap, ruang poliklinik, rumah dinas dokter, ruang CT Scan, instalasi sistem pemadam kebakaran, hingga pengadaan jasa tenaga kerja outsourcing.
Dalam struktur pengelolaan anggaran, Direktur RSUD bertanggung jawab penuh sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), termasuk dalam hal pengelolaan keuangan, progres fisik pekerjaan, serta proses pencairan anggaran.
Namun, upaya wartawan untuk memperoleh informasi terkait progres proyek dan realisasi anggaran tersebut tidak membuahkan hasil. Saat disambangi maupun dihubungi melalui berbagai saluran komunikasi, Direktur RSUD terkesan menghindar dan terjadi miss komunikasi.
Beberapa hari sebelumnya, wartawan media ini juga mencoba mendatangi langsung ruang kerja Direktur di RSUD M. Chatib Quswain. Namun, pihak staf menyampaikan bahwa Direktur sedang berada di luar kantor dan tidak dapat ditemui.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan dari sumber lain yang berada di lokasi yang sama. Kepada wartawan, sumber tersebut menyebutkan bahwa Direktur sebenarnya berada di dalam ruang kerjanya.
“Direktur ada di dalam, bang,” ujar sumber yang berada tepat di depan ruang kerja Direktur.
Sementara itu, staf yang berada di ruang luar Direktur terkesan kompak memberikan jawaban serupa dengan menyatakan bahwa Direktur tidak berada di tempat.
“Direktur tidak ada, bang,” ujar salah satu staf.
Hingga berita ini ditayangkan, Bambang Hermanto selaku Direktur RSUD M. Chatib Quswain Sarolangun belum berhasil dihubungi maupun ditemui oleh wartawan media ini untuk memberikan klarifikasi.
Sikap tersebut menimbulkan kesan bahwa yang bersangkutan menghindari konfirmasi terkait sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah di RSUD Sarolangun. (Pen)



Discussion about this post