Dharmasraya — Di tengah tekanan ekonomi yang masih menghimpit sebagian masyarakat, kepedulian sosial kembali diuji bukan sekadar oleh janji, tetapi oleh aksi. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, SE didampingi Bupati Annisa Suci Ramadhani, S.H, LLM dalam rangka menyerahkan sebanyak 5.000 paket sembako kepada masyarakat Dharmasraya, Senin (2/3/2026).
Dalam acara penyerahan paket sembako itu juga terlihat
hadir anggota DPRD Dharmasraya dari Fraksi Gerindra diantaranya, Rosandi Sanjaya , H. Agusnadi, Dt. Rajo Adil, S.H, Tedi Walian dan M. Yasim.
Dari 500 paket sembako sudah diserahkan ke warga secara simbolis di rumah dinas Bupati Dharmasraya, sesaat sebelum agenda buka puasa bersama. Di tenda sederhana itu, raut wajah warga memancarkan harap, bukan hanya pada isi kantong sembako, melainkan pada hadirnya negara di tengah kebutuhan yang kian nyata.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak tekanan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Paket sembako berisi bahan pangan dasar yang diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga, terutama menjelang dan selama Ramadan.
Andre menegaskan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk terus hadir dan menyapa konstituen, tidak hanya dalam forum – forum resmi parlemen, tetapi juga dalam denyut kehidupan sehari – hari masyarakat. “Ini bukan soal jumlah, tetapi soal kepedulian. Negara tidak boleh jauh dari rakyatnya,” ujarnya.
Namun lebih dari sekadar seremoni, langkah ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan tidak cukup dijawab dengan bantuan sesaat. Ketergantungan pada distribusi sembako tak boleh menjadi rutinitas yang meninabobokan kebijakan struktural.
Di satu sisi, bantuan adalah napas pendek yang menyelamatkan, di sisi lain, ia menuntut napas panjang berupa kebijakan ekonomi yang berpihak dan berkelanjutan.
Sebagai legislator yang membidangi sektor perdagangan dan BUMN, Andre diharapkan mampu mendorong stabilitas harga, distribusi logistik yang adil, serta penguatan usaha mikro agar warga tidak sekadar menjadi penerima bantuan, melainkan pelaku ekonomi yang berdaya.
Sore menjelang berbuka bersama itu, sebelum azan magrib berkumandang, paket – paket sembako berpindah tangan. Di antara ucapan terima kasih dan doa yang terangkat, terselip harapan agar perhatian tidak berhenti pada momentum Ramadan. Sebab bagi sebagian warga, perjuangan memenuhi kebutuhan dapur adalah realitas sepanjang tahun.
Di Dharmasraya, 5.000 paket sembako menjadi simbol empati. Tetapi yang lebih ditunggu adalah kesinambungan kebijakan, agar ke depan, yang dibagikan bukan hanya bantuan, melainkan peluang dan kemandirian.SP



Discussion about this post