Padang – Terpenuhinya akses keadilan bagi masyarakat miskin di Indonesia melalui pelaksanaan advokasi dan bantuan hukum menjadi salah satu visi dan misi PERADI – Suara Advokat Indonesia (SAI).
Karena itu, para advokat yang tergabung di dalam organisasi ini diharapkan merupakan sosok yang memahami situasi dan kondisi masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
Dalam kepengurusan baru Peradi-SAI Padang yang dipimpin oleh Matry Gilang Rosadi, Muhammad Tito, S.H., M.H. dipercaya untuk mengomandoi Pusat Bantuan Hukum (PBH) yang fokus membantu masyarakat dan kaum marginal di Sumatera Barat.
Di kalangan aktivis, Muhammad Tito yang dikenal dengan julukan “lawyer rambut pirang” memang kerap mendampingi masyarakat kecil, khususnya pedagang kaki lima yang sering berbenturan dengan aparat pemerintah.
Selain itu, ia juga aktif memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin yang membutuhkan pendampingan, baik di tingkat penyidikan maupun persidangan.
“Membantu masyarakat itu adalah pengabdian, Bang,” ungkap Tito kepada media di sela kegiatan buka bersama Peradi-SAI di ZHM Hotel Padang, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika melihat masyarakat yang didampinginya merasa bahagia dan terbebas dari persoalan hukum.
“Suatu kebahagiaan bagi saya melihat masyarakat yang saya bantu itu senang dan bahagia karena terlepas dari persoalan hukum,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa rasa kepedulian dan keinginan membantu sesama telah ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil, khususnya saat ia dibesarkan di kawasan Padang Selatan.
“Sejak kecil saya dan saudara-saudara sudah dididik oleh orang tua untuk peduli pada orang di lingkungan, khususnya di daerah tempat saya dibesarkan, Padang Selatan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian Peradi SAI Padang, Yusack David, menilai penunjukan Muhammad Tito sebagai Ketua atau Koordinator PBH merupakan keputusan yang tepat. Ia menyebut Tito sebagai figur yang aktif dalam melakukan advokasi kepada masyarakat.
“Ini adalah keputusan yang tepat karena melihat rekam jejak dan aktivitas Muhammad Tito selama ini,” kata David.
Menurutnya, selain aktif melakukan advokasi dan bantuan hukum bagi masyarakat miskin serta pedagang kecil, Tito juga dikenal sebagai organisatoris yang aktif di berbagai organisasi. Hal tersebut dinilai akan memperkuat jaringan serta memaksimalkan kinerjanya di PBH.
“Selain sering melakukan advokasi dan bantuan hukum, Tito adalah sosok yang aktif di berbagai organisasi. Saya pikir itu akan membantu kelancaran tugasnya sebagai Ketua PBH,” tandas David. (Hen)



Discussion about this post