Pulau Punjung – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar Bazar Pertanian bertepatan dengan peluncuran program One Village One Product (OVOP) Kabupaten Dharmasraya, Senin (19/1/2026), di Gedung Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi nagari sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pangan masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yefrinaldi, mengatakan bazar pertanian ini merupakan wujud komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam menyediakan pangan murah dan terjangkau di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
“ Ini adalah langkah konkret pemerintah daerah untuk melindungi daya beli masyarakat,” ujar Yefrinaldi yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Dharmasraya.
Dalam bazar tersebut, Pemkab Dharmasraya menyediakan 500 paket kebutuhan pangan dengan harga di bawah pasaran. Paket tersebut berisi berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan lokal, seperti bawang merah, kentang, tomat, wortel, kol, sawi, seledri, bawang daun, bunga bawang, cabai merah, serta telur ayam.
Harga satuan komoditas ditetapkan lebih rendah dari harga pasar, di antaranya bawang merah Rp 35.000 per kilogram, kentang Rp15.000 per kilogram, tomat Rp15.000 per kilogram, wortel Rp15.000 per kilogram, kol Rp7.000 per kilogram.
Sekanjutnya sawi Rp 5.000 per kilogram, seledri Rp 9.500 per kilogram, bawang daun Rp 8.000 per kilogram, bunga bawang Rp 5.000 per kilogram, cabai merah Rp 45.000 per kilogram, serta telur ayam Rp 52.000 per tray.
Jika dihitung berdasarkan harga satuan tersebut, nilai paket mencapai Rp183.100. Namun, masyarakat dapat menebus paket dengan harga Rp164.790 setelah mendapatkan subsidi sebesar 10 persen dari Bank Nagari.
Proses penebusan paket dilakukan melalui sistem pembayaran virtual OLIN Bank Nagari untuk menjamin transaksi yang tertib, aman, dan transparan.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap bazar pertanian yang digelar bersamaan dengan peluncuran OVOP ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menekan pengeluaran rumah tangga, serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan daerah, dalam hal ini Bupati Annisa Suci Ramadhani untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal nagari.SP



Discussion about this post