Sawahlunto – Pengurus Kota (Pengkot) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Sawahlunto terus meningkatkan pembinaan serta kesiapan atlet Tarung Derajat dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat mendatang.
Peningkatan terlihat dari intensitas latihan di Kawah Kodrat Sawahlunto yang berlokasi di Sei Durian, Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin. Jadwal latihan rutin yang sebelumnya digelar mingguan kini ditingkatkan, baik dari segi frekuensi maupun materi latihan.
“Sejak awal tahun ini, jadwal latihan rutin semakin dipadatkan untuk mempersiapkan atlet yang akan diturunkan pada Porprov mendatang,” ujar Pelatih Kodrat Kota Sawahlunto, Nofriadi, di sela latihan rutin, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, tahapan program persiapan terus dimaksimalkan dengan menggali potensi para petarung yang akan diturunkan, baik pada kategori tarung maupun seni sesuai dengan kelas masing-masing.
“Latihan terus dilakukan, sembari menunggu regulasi serta arahan resmi dari KONI Kota Sawahlunto terkait persiapan Porprov nanti,” tambahnya.
Latihan rutin tersebut turut disaksikan jajaran pengurus Kodrat Kota Sawahlunto, di antaranya Eva Riamsyah, Ade Yos Putra, dan Rasudin.
Terkait pelaksanaan Porprov yang direncanakan berlangsung pada Juni–Juli 2026, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua KONI Kota Sawahlunto H. Jhon Reflita sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Ketua KONI Sumbar Hamdanus, dan sepakat untuk menyukseskan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Wali Kota Sawahlunto menjelaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tetap diberikan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, setiap tahapan pelaksanaan Porprov perlu dirancang secara cermat dan efisien agar tetap optimal.
Selain membahas Porprov, audiensi tersebut juga mengulas peluang penyelenggaraan berbagai kejuaraan cabang olahraga lainnya, dengan Sawahlunto berpotensi menjadi tuan rumah. Hal ini dikaji berdasarkan kesiapan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber daya, serta dampak langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Sawahlunto siap bersinergi secara aktif dan adaptif dalam penyelenggaraan event olahraga,” ujarnya. (Inv.02)



Discussion about this post