Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan langkah besar dalam digitalisasi kemitraan pers. Dalam pertemuan silaturahmi di Balerong Caniago Istano Basa Pagaruyung, Selasa (6/1), diumumkan bahwa seluruh tata kelola kerjasama media tahun ini akan beralih menggunakan aplikasi E-Media.
Meski dalam pertemuan tersebut demonstrasi teknis atau bentuk fisik aplikasi belum ditunjukkan kepada awak media, Kadis Kominfo Tanah Datar, Dedi Tri Widono, memastikan bahwa sistem ini akan menjadi instrumen utama di tahun 2026.
Penggunaan aplikasi E-Media ini bertujuan untuk menciptakan transparansi dan efisiensi. Nantinya, setiap media mitra wajib mengirimkan tautan atau bukti terbit berita pembangunan ke dalam aplikasi tersebut.
“Tahun 2026 ini kita berangsur angsur sudah mulai menggunakan aplikasi E-Media. Aplikasinya sudah siap. Melalui sistem ini, aplikasi akan secara otomatis merekap jumlah berita yang dikirimkan oleh setiap media. Jadi, semua data terekam secara digital dan lebih rapi,” tegas Dedi Tri Widono di hadapan puluhan jurnalis Luhak Nan Tuo.
Di tengah rencana digitalisasi tersebut, Kadis Kominfo juga memaparkan kondisi fiskal terkait publikasi daerah. Untuk saat ini, anggaran kerjasama media yang tersedia tergolong kecil, yakni di angka Rp30.000.000.
Mengingat keterbatasan dana tersebut, Kominfo mengambil kebijakan strategis:
• Fokus Kemitraan: Kerjasama diprioritaskan bagi media yang sudah menjalin kemitraan dengan Pemkab Tanah Datar pada tahun-tahun sebelumnya.
• Masa Transisi Media Baru: Bagi media baru yang ingin bergabung namun belum terakomodir karena kendala anggaran, Kominfo memberikan kebijakan masa transisi selama 2 tahun sebagai ruang penyesuaian.
Walaupun aplikasi E-Media masih dalam tahap persiapan final sebelum diperlihatkan fungsinya secara menyeluruh, Kadis Kominfo berharap komitmen digitalisasi ini dapat memacu profesionalisme pers di Tanah Datar. Dengan anggaran yang ada, pemerintah tetap berupaya merangkul insan pers agar arus informasi pembangunan tetap sampai ke masyarakat secara akurat dan berimbang.
Tindak lajut dari hasil pertemuan tersebut, nantinya akan dilakukan penandatanganan kontrak kerjasama.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah dari anggaran yang terbatas ini dapat terkelola dengan transparan melalui sistem digital, demi penyebarluasan informasi yang lebih berkualitas,” tutup Dedi Tri Widono. (Spa)



Discussion about this post