BERBAGI

CIREBON, REPORTASEINVESTIGASI.com

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, 1 dari 9 Kepala Daerah di Indonesia, yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan dari Presiden RI yang disematkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo, pada acara Hari Nusantara, bertempat di dermaga Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).

Satyalancana Wira Karya, adalah sebuah tanda penghargaan tertinggi yang dikeluarkan dan diberikan kepada warga negara Indonesia, yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara. “Dengan adanya penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini, akan memberikan semangat baru bagi kami di Pemko Pariaman, untuk dapat mwujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, seperti yang digaungkan oleh bapak presiden kita, Joko Widodo,” tukasnya.

Penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik penggiat wisata, penggiat lingkungan, pemerhati kebaharian, dan stake holder serta masyarakat Kota Pariaman, yang bahu membahu untuk membangun sektor bahari, sebagai sector yang menjadi wisata dan ekonomi masyarakat Kota Pariaman.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik pemerintah, OPD dan seluruh rekan-rekan penggiat lingkungan, wisata dan kebaharian, yang selalu menjaga laut sebagai tumpuan kehidupan, serta menjaganya dengan memperhatikan kelangsungan terumbu karang yang ada, dan habitat lainya di laut kita,” tutupnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat kota pariaman, dan kepada pemerintah RI, yang sudah memberikan penganugerahan tanda kehormatan ini
“Satayalancana Wira Karya, bukan hanya keberhasilan saya saja, tetapi adalah keberhasilan kita bersama,” ulasnya di akhir keterangannya.

Walikota Pariaman bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno adalah 2 kepala daerah yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari pulau Sumatera

Mendagri Tjahyo Kumolo yang mewakili Presiden RI, mengungkapkan, bahwa Presiden RI, Jokowi menyampaikan bahwa sebagai bangsa maritim, laut adalah masa depan bangsa. Hal itu lantas diterjemahkan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman dengan komitmen bersama untuk melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kelautan nasional.

“Yakni melalui tiga misi, yaitu : Kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Salah satunya diwujudkan dalam pemberantasan ilegal fishing, agar kekayaan laut Indonesia dapat dinikmati seutuhnya oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya. Selain itu pemerintah juga memaksimalkan laut untuk meningkatkan efisiensi logistik dengan membangun jalur tol laut, jelasnya lebih lanjut.

Adapun Hari Nusantara adalah peringatan keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui secara internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982. Pengakuan ini sebelumnya didahului oleh diumumkannya dalam Deklarasi Djoeanda tanggal 13 Desember 1957.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Pandjaitan yang juga ketua dewan pengarah Hari Nusantara 2017, mengingatkan, perlunya masyarakat Indonesia mengingat kembali posisi strategis Indonesia di kawasan strategis dunia. “Saya sebut ini sebagai posisi silang diantara dua samudera dan diantara dua benua besar, jadi Indonesia ini berada pada posisi yang strategis,” ujar Luhut.

Menurut Luhut, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak sadar betapa strategisnya posisi Indonesia dalam dunia internasional. Dengan posisi diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta diantara Benua Asia dan Australia, tambah Luhut, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan diantara perbedaan yang ada, ungkapnya mengakhiri. (rel/kominfo)

LEAVE A REPLY