BERBAGI

Kota Pariaman—Acara peletakan batu pertama pembangunan Mesjid At-Tin Abdullah dan ruangan belajar kelas baru Yayasan Al-Mughni Pariaman, Kamis (12/12/2019) berjalan sukses dan khidmad. Pada kesempatan itu terkumpul sumbangan dari masyarakat dan donatur sekitar Rp 50 juta rupiah.

Ketua Pembina Yayasan Al-Mughni  Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, MM dalam sambutannya mengatakan  lembaga ini didirikan akhir tahun 2018 dengan tujuan bergerak di bidang sosial dan pendidikan keagamaan Islam.

Berawal dari niat baik tersebut, Hj. Dafreni Afdal bersama dengan anaknya mewakafkan tanah untuk Yayasan Al-Mughni Pariaman, seluas 3000 meter. Kemudian khusus untuk pembangunan mesjid sebagai sarana ibadah, dibantu oleh donatur Hj. Ibu Hj. Hartini Abdullah dar Malaysia.
“Alhamdulillah, pada hari ini dimulai peletakan batu pertamanya. Muda-mudahan, kegiatan ini dapat berjalan sesuai perencanaan,” ujar Mukhlis Rahman.

Disampaikan Mukhlis Rahman, Pengurus Yayasan Al-Mughni Pariaman, mengumpulkan sumbangan dan bantuan dari kaum muslimin dan muslimat, untuk pembangunan ruangan belajar kelas baru. Direncanakan siswa/santri nanti tinggal di asrama (mondok).

Khusus untuk santri atau siswa diutamakan dari kaum dhuafa, seperti  anak yatim, fakir dan miskin. Tidak tertutup juga bagi anak-anak berasal dari keluarga mampu. Bagi anak yatim, fakir dan miskin akan dibebaskan dari segala biaya termasuk makan dan kebutuhan lainnya akan ditanggung oleh yayasan.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman, H. Indra sakti, SH, MM mengatakan, Mukhlis Rahman, semasa menjadi Wali Kota Pariaman pada dua periode, juga sudah memulai kegiatan bidang keagamaan, seperti maqrib mengaji dan subuh mubarakah.

Gambar plan pembangunan Mesjid At-Tin Abdullah Yayasan Al-Mughni dengan biaya pembangunan Rp1,7 miliar

Kini setelah kembali kepada masyarakat mendirikan yayasan untuk mendirikan pondok pesantren dengan tujuan bagaimana  genarasi muda tamatan dari pondok ini menjadi Tahfizul Qur’an.

 

Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik, apa yang dibuat dan dilakukan Mukhis Rahman, bersama kawan-kawan dan pengurus. “Kita do’akan bersama-sama kegiatan ini bejalan dengan sukses dan lancar,” tukuk Indra Sakti.

Kepala Kantor Kementerian Agaman Kota Pariaman, H. M. Nur, MA mengatakan, syarat pendidikan pondok pesantren itu, ada mesjid, ada santri, ada ruangan belajar dan kiyai. Kini sebagai kiyainya, kita kukuhkan dan dinobatkan Mukhlis Rahman.

Menurut M. Nur kegiatan dibuat Yayasan Al-Mughni Pariaman, mendapat dukungan dari semua pihak, bukti dari pekerjaan ini mendapatkan ridha dari Allah, SWT. Hari ini ibu Hj. Hartini Abdullah, dari Malaysia sebagai donatur tunggal pembangunan mesjid.

“Jajaran Kamenag Kota Paraiaman mengucapkan terima kasih kepada Mukhlis Rahman dan ibu Hj. Hartini Abdullah, karena dengan pembangunan sarana keagamaan, tugas Kamenag semakin terbantu,” tukas M. Nur lagi.

Ibu Hj. Hartini Abdullah berharap sarana ibadah yang dibangun ini dapat dimanfaatkan oleh umat Islam seabagai tempat  ibadah. Mukhlis Rahman sebagai Pembina Yayasan Al-Mughni  harus membuat program-program dalam mesjid ini.

“Awak minta kepada Mukhlis Rahman bersama jajaran pengurus yayasan untuk menyiapkan program-program keagamaan dan jadikan mesjid ini sebagai  tempat kajian Islam,” kata Hj. Hartini dengan cakap Malaysia. (aa)

LEAVE A REPLY