BERBAGI

SAWAHLUNTO, Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto apresiasi prestasi yang diraih Kontingen Kota Sawahlunto yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) ke 15  di Padang Pariaman beberapa waktu lalu, meski dengan segala keterbatasan.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta menyatakan, rasa keterkejutannya dalam pencapaian tersebut, pasalnya para atlet dari setiap Cabang Olahraga (Cabor) masih bisa berprestasi ditengah fasilitas peralatan dan anggaran yang minim. Dilanjutkan Deri Asta, di tahun 2018 ini dipastikan tidak ada Cabor yang memiliki fasilitas peralatan yang baru.

“Ditengah keterbatasan, kita masih bisa berprestasi. Di tahun ini tidak ada satupun Cabor yang memiliki fasilitas yang baru dikarenakan gagal tender,” katanya saat pembubaran Kontingen Porprov Kota Sawahlunto di Rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Rabu (13/12) malam

Sebagai leading sektor, jelas wako Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto sudah menganggarkan sebesar Rp600 juta, namun tidak ada satupun pihak ketiga yang menyanggupinya.

“Gagalnya tender tersebut tentu merugikan kita, ada beberapa Cabor yang ketergantungannya sangat tinggi pada peralatan. Kedepannya kita akan evaluasi, bagaimana regulasi pengadaan kita serahkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto untuk menyaluran ke Cabor sesuai kebutuhannya ” tegas Deri

Selain itu, Deri Asta menyoroti minimnya anggaran dalam pemberangkatan Kontingen ke Porprov tersebut. “Karena keterbatasan APBD kita, dari Rp2,9 miliar yang diajukan disetujui Rp1,25 miliar. Tentu ini juga akan menjadi catatan bagi kita semua,” ulasnya.

“Sementara itu, untuk pembagian bonus bagi atlet yang meraih medali, kita telah anggarkan di APBD 2019, ini tugas Disparpora untuk mencairkan kalau bisa secepatnya,” pintanya

Dikesempatan itu, Ketua KONI Kota Sawahlunto, Syafril mengatakan, capaian pada posisi 10 tentu menurun dari capaian pada Porprov yang sebelumnya yakni di posisi 8.

” Tetapi dilihat dari jumlah Cabor yang diikuti, prestasinya jauh meningkat. Pada Porprov ke 15 di Padang kita mengikuti 15 dari 29 Cabor yang dipertandingkan atau secara persentase 51 persen, sementara pada Porprov kali ini, kita mengikuti 20 dari 32 Cabor atau sebesar 63 persen,” katanya.

Capaian tersebut memperlihatkan pembinaan seluruh Cabor berhasil, selanjutnya bagaimana kita menyiapkan Porprov 16 di Pasaman Barat tahun 2020 mendatang. “Kedepannya lebih ditingkatkan pembinaan atlet yang berkesinambungan dan terprogram,” harapnya (1)

 

LEAVE A REPLY