BERBAGI

Bupati Padang Pariaman murka. Kinerja camat sebagai leading sektor perpanjangan tangan bupati di kecamatan tak ada yang maksimal. Mulai dari pelayanan masyarakat, hingga pengawasan dan dukungan terhadap pembangunan. Bahkan Ali Mukhni kerap mendapat kabar camat jarang masuk kantor. 17 orang camat bersiap untuk dicopot? 

 

ULAKAN TAPAKIS, REPORTASEINVESTIGASI.com

Kinerja 17 camat yang tersebar di wilayah Padang Padang membuat kecewa Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Menurutnya, dari 17 camat yang ada, hanya satu camat yang bekerja. Dan itu pun belum dapat dikatakan maksimal. Karena itu, Ali Mukhni memastikan bakal mengevaluasi seluruh camat di Padang Pariaman.

“Siap-siap saja besok tidak jadi camat,” ujar Ali Mukhni geram, malam di lokasi pembangunan Mesjid Raya Padang Pariaman di Parit Malintang, Senin (20/11).

Ali Mukhni menyampaikan kekecewaannya itu lantaran mendapat laporan bahwa camat tidak bekerja dengan baik. Mulai dari pelayanan masyarakat, hingga pengawasan dan dukungan terhadap pembangunan. Bahkan dia kerap mendapat kabar camat jarang masuk kantor.

“Contohnya saja di Ulakan Tapakis, Masjid Agung Syekh Burhanuddin sudah kita bangun sebegitu indahnya. Tetap dibiarkan banyak bangunan berupa pondok atau lapak dagangan di sana. Sehingga merusak keindahan masjid itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya merasa geram, karena camat tidak merespon ketika ditelepon. Padahal, dia menghubungi camat karena menemukan adanya permasalahan di lapangan.

“Kita sudah bekerja keras membangun, tapi kita tidak didukung. Makanya saya langsung koordinasi ke nagari, tokoh masyarakat, dan pemuda,” ujarnya.

Ali Mukhni mengatakan, dia menyampaikan teguran di hadapan publik, sebagai bukti keseriusannya menginginkan kinerja pemerintahan yang beik. Terlebih, katanya camat  telah difasilitasi dalam bekerja.

“Terserah bapak camat marah sama saya. Saya tidak menyinggung bapak, tetapi saya sayang kepada warga yang mengidamkan pelayanan maksimal,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Organisasi dan Reformasi Birokrasi Padang Pariaman, Teguh Widodo menjelaskan tugas camat, yaitu merumuskan, memimpin penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Selain itu, melakukan koordinasi dan kerja sama dengan unit kerja terkait.

“Camat harus memberikan laporan berkala kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat.  Sehingga tugas dan fungsi camat berjalan efektif dan efisien,” jelasnya.

Teguh mengatakan, terkait pelayanan camat memang dituntut berinovasi. Tujuannya untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik. Sehingga, harapan masyarakat terhadap pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus memuaskan.

“Kalau camat izin tidak masuk kantor, seharusnya dikabarkan ke sekretaris camat dan sekretaris daerah. Jadi ada kejelasan. Itu wajib dilakukan,” katanya.

Menyikapi kekecewaan Bupati Ali Mukhni, salah seorang camat yang tidak bersedia disebutkan namanya sangat memahaminya. Menurutnya, wajar  bupati kecewa dan geram karena camat adalah perpanjangan tangan bupati di kecamatan. “Wilayah kabupaten yang luas ini tidak akan sanggup dilayani sendiri oleh bupati, camat lah yang akan membantunya,” tutupnya. ***

 

2 KOMENTAR

  1. Hahahahahahaha………,
    Pak Bupati Padang Pariaman alah menikmati buah nan ditanam baliau, hahahaha… mau marah kepada siapa..???, Marah kepada Camat…? bukankah Camat itu anda yang memilih. mengangkat dan melantik mereka…?
    Ada baiknya anda memarahi diri anda terlebih dahulu pak Bupati agar anda bisa evaluasi kinerja camat yang anda angkat. hehehe ini hanya saran.

  2. Apa hebatnya bupati marah marah camat prestasi saja di non job kan sekarang bupati ngotot dengan camat pilihannya pikir dulu pak bupati kalau mau marah

LEAVE A REPLY