BERBAGI

PD. PARIAMAN, REPINVESCOM

Memang tak dapat dipungkiri. Kadang kala akibat keadaan cuaca yang tak menentu sangatlah mempengaruhi hasil suatu pekerjaan, apalagi hal itu berkaitan dengan pekerjaan pembangunan jalan hotmix, sebab dalam proses pembangunan jalan hotmix, cuaca merupakan faktor utama yang mempengaruhi hasil pekerjaan.

Belum lagi ditambah dengan progres pelaksanaan kegiatan yang mengharuskan pelaksana mengebut pekerjaan proyek yang sedang dijalani sesuai jadwal. Hal itulah yang menjadi masalah besar bagi para pekerja proyek di lapangan, entah siapa pun itu.

Fenomena itu seringkali menjadi menjadi kendala di lapangan saat PT Nasiotama KB melangsungkan pekerjaan pembangunan jalan DAU hotmix paket 1 yang dipercayakan kepadanya. Padahal proyek pembangunan jalan hotmix yang dikerjakan PT Nasiotama, salah satu ruasnya tak lain merupakan jalan menuju rumah keluarga besar sang direktur.

Ya. Adapun kondisi pekerjaan di ruas jalan Sp. IV Toboh SUPM beberapa waktu lalu ditemui rusak (amblas) setelah beberapa hari dikerjakan, selain dipengaruhi oleh keadaan cuaca, keadaan itu juga merupakan suatu kelalaian dari pekerja di lapangan yang tidak terpantau penanggung jawab pelaksana, sebab ruas jalan yang harus dikerjakan PT Nasiotama tersebar sebanyak 42 ruas.

“Kami berterima kasih kepada media yang telah mengingatkan kami, karena ada pekerjaan yang sebetulnya masih dalam tahap pelaksanaan, belum final, baik itu ruas Sp. IV Toboh SUPM maupun ruas Sei. Putiah Durian Kandih seperti yang diberitakan. Pekerjaan itu belum selesai dikerjakan, ada yang baru tahap awal, dan pekerjaan itu luput dari pantauan penanggung jawab pelaksana lapangan, karena memang kita harus menyelesaikan 42 ruas pembangunan jalan hotmix, lokasinya tersebar di Kabupaten Padang Pariaman. Dan tidak benar kami mengabaikan spek,” ucap Roni sang direktur.

Roni sadar mengingat keadaan perusahaan yang pernah “mati suri”, sangat tidak memungkinkan rasanya jikalau perusahaannya bermain-main dengan mutu. Sebab alasan lain perusahaan ini mengutamakan mutu dan kualitas menjadi harga mati adalah, karena ketatnya persaingan yang mengharuskan PT Nasiotama untuk bangkit mengutamakan mutu dan kualitas.

Buktinya, upaya pelaksana memperbaiki ruas Sp. IV Toboh SUPM yang disebutkan amblas tadi, langsung diperbaiki tanpa menunggu lama. Alhasil, keadaan ruas jalan Sp. IV Toboh SUPM mulus dan bermutu tinggi berstandarkan SNI.

“Kami langsung memperbaiki kondisi jalan. Banyak faktor yang mempengaruhi rusaknya jalan, tapi kami tidak ingin menyalahkan siapa-siapa karena ini masih tanggung jawab kami dan masih dalam tahap pelaksanaan. Maka dari itu kita lakukan proses pekerjaan dari awal lagi sampai ke tahap lapisan aus aspal (laston ac/wc). Mutu menjadi prioritas bagi kami.” Sebutnya lagi.

Ruas jalan Sp. IV Toboh SUPM yang amblas dilapis ulang dengan mengutamakan mutu

Dan diakui, selang beberapa hari menerima laporan adanya salah satu ruas jalan yang amblas, sejumlah peralatan mobilisasi yang diperlukan diturunkan ke lokasi. Tak tanggung-tanggung, pekerjaan tersebut diperbaiki lagi mulai dari uraian pekerjaan tahap awal hingga uraian tahap penghamparan laston kembali. Sehingga di ruas jalan tersebut, menjadi bukti bahwa PT Nasiotama KB mengutamakan mutu dan kualitas.

“Tidak mungkinlah saya mengecewakan keluarga besar saya di sini. Sebab orang tau, kaum kerabat saya dan saya sendiri asli besar di kampung ini. Jadi saya tidak ingin mereka kecewa, karena saya ingin mengabdi untuk kampung halaman saya.” Sebutnya.

Ruas jalan Sp. IV Toboh SUPM dilapis ulang dan mengutamakan mutu

Dan, kata Roni berlanjut, “Inilah bentuk pengabdian saya terhadap pembangunan kampung, menomor satukan mutu, profesional sesuaikan dengan spek dan RAB. Itu semua saya tekan kan kepada pekerja dan penanggung jawab lapangan, tidak ada lagi alasan bagi pekerja di lapangan untuk melakukan kesalahan sedikit saja, karena keadaan tersebut sangat mempengaruhi hasil.” ujar Roni serius. IDM

LEAVE A REPLY