BERBAGI

PADANG PARIAMAN – Masyarakat Kecamatan VII Koto dan Kecamatan Padang Sago telah menikmati pembangunan jembatan Lubuk Tano.

Walaupun belum 100% tuntas, namun tidak menyurutkan animo masyarakat untuk melihat langsung pekerjaan finishing jembatan tersebut.

“Kami tak menyangka jembatan sebagus ini yang dibangun pak Bupati. Dibawahnya ada taman bunga dan tempat rekreasi. Tempat kami sudah jadi kota,” ujar Dewi (36), warga VII Koto, Sabtu (18/8).

Diketahui setiap sorenya, jembatan Lubuk Tano dipenuhi warga untuk rekreasi keluarga baik dewasa maupun anak-anak.

Aila (7) dan Andre (10), mengaku setiap sore bermain di sekitar jembatan Lubuk Tano dengan kawan-kawanya. Mereka senang ada areal permainan anak-anak di jembatan tersebut.

“Disini tempat bermain kami yang baru. Kalau hari libur sangat rame yang datang,” kata Andre yang berkesempatan bersalaman dengan Bupati Ali Mukhni yang berkunjung saat itu.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan Jembatan Lubuk Tano kebanggaan anak nagari akan kemegahannya. Ada tiga jembatan lagi yang memiliki disain serupa yaitu jembatan campago Kampung Dalam, Jembatan Kampung Galapung Ulakan dan Jembatan Guguk Kayu Tanam.

“Kita bangun jembatan dengan konsep kekinian. Ada lampu hias, taman bunga dan rekreasi keluarga. Jadi ekonomi kreatif diharapkan juga menggeliat disini,” kata Ali Mukhni yang didampingi Tokoh Masyarakat Wiztian Yoetri.

Diketahui bahwa jembatan Lubuk Tano sepanjang 80 meter lebar 8 meter itu menghubungkan dua kecamatan yaitu Padang Sago dan VII Koto. Peletakan batu pertama jembatan tersebut, kata Ali Mukhni, dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur pada tanggal 28 April 2017 yang lalu.

“Jembatan ini adalah kebanggaan Padang Pariaman. Mimpi yang menjadi kenyataan, salah satu jembatan yang terindah di Sumatera Barat” kata Bupati yang diminta masyarakat menjadi Gubernur mendatang.

Pembangunan Jembatan Lubuk Tano terdiri dua tahap penganggaran.  Untuk Tahap I dialokasikan dana sebesar Rp. 6.170.129.000 pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2018 ditambah anggaran sebesar Rp. 12 Milyar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. (HA/Ar)

LEAVE A REPLY