BERBAGI

PADANG PARIAMAN – Masih maraknya orgen tunggal yang beroperasi ditengah malam menghadirkan artis saweran berbusana fulgar, membuat masyarakat III Koto Aua Malintang Batu Basa, Kabupaten Padang Pariaman gerah.

Mereka meminta Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni bersama DPRD Padang Pariaman untuk segera menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 13 tahun 2016 tentang peraturan orgen tunggal menjadi Perda (Peraturan Daerah). Hal tersebut disampaikan Walinagari, H. Azwar Mardin ketika berbincang bincang dengan wartawan di Kantor Walinagari III Koto Aua Malintang Batu Basa.

Menurutnya, bila terbentuk Perbup menjadi Perda akan menguatkan seluruh Pemerintahan Nagari di Padang Pariaman untuk konsisten perang melawan segala bentuk maksiat. Hal tersebut menggerakan seluruh komponen masyarakat terlibat dan berperan aktif karenanya.

Sebagai Walinagari yang baru terpilih pada pilwana serentak 4 April 2018 lalu kata Azwar, bersama Bamus, KAN dan seluruh komponen lainnya akan membentuk Peraturan Nagari (Pernag) untuk penyadaran serta mencegah adanya praktek liar seperti orgen tunggal mempertontonkan aksi pornoaksi.

Pernag tentang penyakit masyarakat secara umum juga bagian penting dibentuk untuk mencegah kenakalan remaja, perbuatan asusila atau pelanggaran hukum lainnya pada masyarakat.

“Orgen tunggal terutama dimalam hari lebih banyak berdampak buruk ketimbang nilai positifnya. Seperti mabuk-mabukan, peredaran narkoba dan diiringi aksi fulgar mempertontonkan aurat wanita. Hal tersebut jelas mencoreng dan mempermalukan peran dan fungsi Ninik Mamak beserta Tokoh Pemuka lainnya di suatu daerah,” sebut Azwar.

Hal tersebut dibenarkan Walikorong Kampung Padang, Kulin.”Kita bersama pemuka masyarakat berencana membentuk kelompok seni budaya dan karawitan terpusat dan terpadu di Nagari ini. Mencoba memanfaatkan MoU Pemkab Padang Pariaman dengan ISI Padang Panjang yang sudah terjalin,” Kata Kulin.

Mengembalikan peranan Ninik Mamak dan Ulama menjadi program prioritas Nagari saat ini, lanjutnya. “Kesejahteraan, ketentraman dan ketertipan masyarakat di suatu Nagari dapat tercapai, bila seluruh komponen masyarakat menjalankan perannya masing-masing. Jika kita bersatu, segala persoalan dapat dituntaskan dengan mudah,” tandasnya menghakiri. (eri/tim)

LEAVE A REPLY