BERBAGI

Sijunjung, RI – Harga cabai “lado” di Pasar Tradisional Kabupaten Sijunjung tetap pedas, masih berkisaran 70 ribu rupiah per kilogramnya.

Berdasarkan pantauan media langsung ke pasar sijunjung hari ini kamis pagi (11/7), beberapa pedagang cabai mengaku kisaran harga cabai belum ada turun pasca lebaran Idul Fitri 1440 H. Sebelum lebaran cabai merah masih sekitar 50 ribu rupiah perkilogramnya.

Menurut Ledi Basri (48 tahun) pedagang cabai di pasar Sijunjung. Sebelum lebaran harga cabai merah 50 ribu perkilogram, tetapi pasca lebaran harga cabai mencapai 70 ribu per kilogram.

“Penyebab kenaikan harga cabai disebabkan oleh pasokan dari Toke cabai yang memang mahal,” katanya.

Lain lagi yang disampaikan oleh Edwar 45 tahun penjual cabai di pasar Sijunjung juga. Sejauh ini minat konsumen tetap sama, belum ada penurunan, cabai tetap dibeli pengunjung.

Bagi beberapa ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan pokok di pasar Sijunjung, mengungkapkan mereka tetap membeli cabai meskipun mahal untuk persiapan dirumah tiap minggunya.

Zainur sebagai konsumen cabai merah mengatakan, “Meskipun harga cabai naik kami tetap beli tiap minggunya dengan jumlah yang sama, dan untuk konsumsi yang lain dikurangi,” katanya.

“Namun kita sebagai masyarakat kecil berharap kalau dapat menjelang hari raya Idul Adha harga komoditas pokok macam cabai ini turun. Ditambah saat ini harga getah turun dari 8 ribu rupiah perkilogramnya menjadi 7 ribu rupiah perkilogramnya sehingga pendapatan kami menurun, dan menambah kesulitan kami juga dalam memenuhi kebutuhan pokok ini,” tutur ibu yang juga sebagai petani getah di Pematang Panjang ini.

Justru ada hal yang cukup menggembirakan bagi penggemar “jariang” atau jengkol, dimana menurut Mamima 65 tahun yang setiap hari pasar menjual jengkol mengungkapkan untuk jengkol mengalami penurunan harga yang tajam.

” Seminggu lalu kami masih menjual 60 ribu rupiah perkilogramnya, tapi sekarang sudah 20 ribu rupiah perkilogramnya,” katanya.

Ketika ditanyakan penyebab harga jengkol ini turun dan menjadi harum, Mamima mengungkapkan, “Iya ini karena panen jengkol sudah merata, dan petai pun sedang menyerbu pasar,” ujarnya lebih lanjut.

Dari pantauan media di lapangan antara penjual dan pembeli di pasar Sijunjung memiliki harapan yang sama, agar harga harga kebutuhan pokok macam cabai ini tetap stabil dikisaran yang terjangkau oleh konsumen, menjelang hari Raya Idul Adha nanti. (Yosefin)

LEAVE A REPLY