BERBAGI
Proses pemberian gelar adat kepada Kapolres Padang Panjang di Balai Adat, Minggu (18/3)

PD. PANJANG, REPINVESCOM

Kapolres Kota Padang Panjang AKBP Cepi Noval mendapatkan anugrah penghargaan gelar adat, Sutan Bagindo Rajo, dari ninik mamak dan anak kemenakan kaum Kenagarian Lareh nan Panjang, salah satu nagari terpadat jumlah penduduknya di kota Padang Panjang.

Menurut rencana, prosesi penyerahan gelar adat untuk alumni Akpol 99 ini, kata Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lareh nan Panjang, M Aulia Dt Sararajo yang lebih akrab dengan panggilan Angku Ya, akan dilaksanakan Selasa, 15 Mei 2018.

Adapun agenda prosesi padalah sebagai berikut. Pertama, penyerahan gala (gelar) Sutan Bagindo Rajo, bertempat di kediaman Angku Ya di Koto Panjang, selaku mamak.

Setelah itu, AKBP Cepi Noval diarak berjalan kaki dari Mapolsek Padang Panjang ke Balai Adat Lareh Nan Panjang di Bancah Laweh.

Setelah sampai di Balai Adat, dilanjutkan dgn prosesi adat penganugerahan (malewakan) gala Sutan Bagindo Rajo kepada AKBP Cepi Noval, ditandai dgn pelaksanaan tata cara adat, dan sasambahan, dllnya.

Menurut rencana, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fachrizal, bersama unsur pimpinan, serta sejawat Cepi Noval, dari kalangan Kapolres se Sumbar akan hadir dalam acara ini.

Kapolda sendiri, saat audiensi dgn Ketua KAN Lareh Nan Panjang sebelum penetapan gala adat untuk Cepi Noval, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penganugerahan gelar adat bagi anak buahnya ini.

“Betapapun, penghargaan bagi Kapolres Padang Panjang dari Ninik Mamak beserta kaum di Lareh Nan Panjang, adalah salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan Kapolda Sumbar terhadap jajarannya di daerah,” ujar Fachrizal yang juga dijuluki Kapolda Ninik Mamak.

Penghargaan Sebagai Anak Kemenakan

Gelar Sutan Bagindo Rajo yang diterima AKBP Cepi Noval, adalah gelar adat sebagai anak kemenakan dari pihak luar, atau bukan turunan langsung dari kaum yang bersangkutan, atau dalam hal ini kaum dari Kanagarian Lareh Nan Panjang.

Menurut M Aulia Dt Sararajo, Ketua KAN Lareh Nan Panjang, Kapolres AKBP Cepi Noval, diberikan gelar adat itu, dengan pertimbangan, selama menjabat di Padang Panjang, Cepi Noval menunjukan sikap teladan sebagai anak kemenakan Kenagarian Lareh Nan Panjang.

Sikap teladan yang dimaksudkan itu, adalah sejak menjadi Kapolres 16 bulan yang lalu, Cepi Noval banyak menjalankan program pembinaan kemasyarakatan, dalam fungsi tugas kepolisian disebutkan pembinaan kamtibmas.

Alhamdulillah, dengan pendekatan program ini, tingkat gangguan kamtibmas di Kota Padang Panjang mengalami penurunan drastis. Secara internalpun, Cepi Noval giat menerapkan perilaku muslim kepada stafnya, salah satunya dgn melaksanakan sholat fardhu berjemaah.

“Sebagai pribadi pak Noval sgt ramah kepada masyarakat, dan pandai bergaul dgn semua tingkatan usia,” jelas Angku Ya.

Atas dasar itulah, unsur ninik mamak di KAN Lareh Nan Panjang memberikan penghargaan gala adat kepada Cepi Noval. Pemberian penghargaan ini akan  menjadi infut juga bagi kapolres selanjutnya, tentang bagaimana menjalankan tugas dan kemasyarakatan di kota Padang Panjang.

Secara khusus M Aulia Dt Sararajo menegaskan, bahwa pemberian gelar adat kepada Cepi Noval tidak ada kaitan dengan pelaksanaan Pilwako Padang Panjang, atau kepentingan politik praktis lainnya.

“Pemberian gelar adat kepada Cepi Noval murni atas dedikasi dan loyalitas beliau kepada masyarakat, khususnya anak nagari Lareh Nan Panjang, sebab kantor Mapolres berada dlm wilayah kenagarian kami,” ujar Angku Ya.

Penegasan ini perlu disampaikan Angku Ya, sebab ada pihak pihak tertentu yang mengkaitkan pemberian gelar adat bagi suami Meyris Cepi Noval ini, dengan kepentingan pilwako dan kepentingan politik praktis tertentu di Padang Panjang.

LEAVE A REPLY