BERBAGI

SAWAHLUNTO – Seyogyanya, pembangunan sarana insfratruktur dilakukan agar dapat membantu pelayanan publik dan meningkatkan kesejahretaraan masyarakat. Namun lain halnya dengan pembangunan terminal Talawi yang telah dibangun sejak 2013 dan dilanjutkan tahun 2014, sampai kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Dari pengamatan wartawan  Selasa (1/4) dikawasan bangunan terminal yang tak jauh dari Pasar nagari itu sebagian bangunan tak terawat baik. Sementara, jalan masuk menuju terminal sudah berlobang dan sebagian kios serta pelataran kusam tak tertata dengan baik.

Salah seorang warga Sijantang, Syahril (43) yang kerap memarkirkan mobilnya di terminal itu sangat prihatin dengan kondisi terminal itu. “Kalau bisa,  terminal ini dimanfaatkan dan dapat dioperasikan sebaik-baiknya. Apalagi, kalau ada kegiatan dan acara seperti randai dan festival di terminal ini, pengunjung sangat ramai,“ sebut Syahril.

Mirisnya, kondisi kios yang dipenuhi sampah serta bagian bangunan terlihat kumuh serta banyak barang bekas serta tumpukan bahan yang merusak pemandangan seputar kawasan terminal itu.

Kondisi Terminal Talawi yang memprihatinkan itu tak dielakkan Ucak Hardian Kabid Lalin Dinas Perhubungan Sawahlunto. Dia mengakui, jalan masuknya ada yang berlubang dan itu akan diperbaiki. Kalau nanti ada perbaikan jalan masuk serta dibuatnya jalan keluar terminal, maka kondisinya akan lebih baik.

“Kalau masalah kios dan banyaknya bangunan yang tidak terawat itu bukan wewenang kita, karena sebelum pembangunan terminal ini ada perjanjian hibah pengelolaan kios kepada pemilik ulayat lokasi terminal ini,” jelas Ucak melalui telepon selulernya, Selasa (1/4).

Sedianya, pembangunan Terminal Talawi Kota Sawahlunto dibangun tahun 2013 dengan biaya Rp1,628.733.000 dan dilanjutkan tahun 2014 senilai Rp1.790.081.000  diharapkan bisa bermanfaat untuk mengurai kepadatan di depan Pasar Nagari Talawi yang sering menimbulkan kemacetan saat hari pasaran Selasa dan Jumat. Di kawasan itu kerap dijadikan tempat digelarnya kegiatan dan acara pentas seni dan budaya serta kegiatan masyarakat atau kegiatan tingkat kota.

 

LEAVE A REPLY