BERBAGI

PARIAMAN, REPINVESCOM

Perihal viralnya postingan yang dilakukan akun Facebook Zaiyar yang menjabat sebagai sebagai Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Pariaman membuat masyarakat menjadi risih dan mempertanyakan ke netralan Panwaslu sebagai penyelenggara, bagaimana tidak dia memposting dua pasang calon diantara tiga calon yang akan bertarung di Pilkada tahun 2018 ini.

“Postingan tersebut yaitu desain Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon Dewi-Pabrisal (DP nomor urut 2) dan Genius Umar-Mardison Mahyuddin (GeMa nomor urut 3),” kata Ketua Panwaslu Kota Pariaman, Elmahmudi di Pariaman, Rabu (14/3/2018).

Postingan Zaiyar

Elmahmudi juga mengatakan APK tersebut diposting sekitar pukul 20.00 Wib, dan dia langsung menghubungi Zaiyar untuk menanyakan apa maksud dari postingan tersebut.

“Ternyata Zaiyar tidak tau apa yang telah di posting nya ke Fb karna pulang dari kantor dia langsung tidur. Penasaran dengan apa yang telah disampaikan dia langsung membuka akun Fb nya ternyata Apk tersebut telah terposting,” ungkapnya.

Sementara itu pemilik akun Fb, Zaiyar , Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, mengakui bahwa postingan tersebut tidak tahu sama sekali. Karena pulang dari kantor langsung tidur.

“Setelah ditanyakan kepada anak saya yang perempuan yang duduk di bangku Sekolah SMA ternyata yang memposting anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah SD yang mengotak atik Hp nya saat tidur,” jelasnya.

Zaiyar mengatakan setelah terbangun karna telponnya berbunyi dia langsung menghapus postingan tersebut sekitar pukul 22.00 Wib setelah menghapus postingan tersebut secara kelembagaan akan membuat surat pernyataan klarifikasi dan mempostinganya ke akun Facebooknya.

Jika postingan APK tersebut dilakukan oleh anaknya, terlihat adanya kelalaian seorang anggota Panwaslu.

Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen melalui via telepon, mengatakan akan menurunkan tim ke Pariaman untuk menyelesaikan atas postingan tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan sanksi apa yang akan diberi, karena belum melakukan koordinasi dengan pihak terkait, ujarnya.

LEAVE A REPLY