BERBAGI

PARIAMAN – Disambut penampilan perguruan silek Harimau Pinago. Panitia Daurah Cepat Menghafal Al-Quran dari Yayasan Rumah Tahfiz Sungai Limau, untuk kesekian kalinya (angkatan ke-76) kembali mengadakan pelatihan menghafal Al-Quran dengan metode NLP Tikrar (15 menit/halaman), di Mesjid Raya Manggung, Kamis (7/3).

Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kembali kepedulian generasi remaja untuk menghafal Al-Quran ini, diapreasi banyak kalangan. Buktinya, antusias masyarakat (undangan dan peserta) yang berdomisili di Desa Simpang Apar, Ampalu, Tj. Sabar, Manggung tampak bersemangat mengikuti acara.

Sedikitnya 100-an peserta yang terdiri dari pelajar usia dini, SD, SMP dan SMA yang ikut dalam pelatihan tersebut. Pelatihan yang diberikan kepada peserta dibayar dengan amalan hafalan Al-Quran. Acara ini turut dihadiri Camat Pariaman Utara, Ka. Kankemenag Kota Pariaman, Kades Sikapak Timur, tokoh masyarakat, dan pemuda/i setempat.

Para peserta ini dibimbing langsung oleh sang trainer yang didatangkan dari Bandung, Ustaz Muhammad Ali, MPd, MCh. Dalam jadwalnya, kegiatan ini dimulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 Wib.

Sekretaris Pelaksana, Muhammad Aski sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab menurutnya, kegiatan ini sengaja dibuat oleh panitia atas dasar kepedulian, mengingat minat baca Al-Quran generasi penerus yang kian hari kian menipis seiring perkembangan teknologi.

Muhammad Aski memberikan reward kepada peserta yang menyelesaikan setoran hafalan ayat Al-Quran satu halaman

“Alhamdulillah, kita bersyukur ternyata antusias masyarakat cukup tinggi untuk kembali ke Daulah Islamiah. Acara kita sukses. 12 peserta mampu menyelesaikan hafalan masing-masing satu halaman dengan metode NLP Tikrar, para peserta tersebut juga mendapat reward dari undangan yang hadir Rp40 ribu perpesertanya,” sebut owner Pinago Motor yang sekaligus turut mensponsori kegiatan ini.

Harapan kita sebagai panitia, lanjutnya, agar pelatihan yang didapat, terus diamalkan. “Menciptakan tahfiz-tahfiz Al-Quran yang berkualitas. Siap tampil menjadi generasi penerus cinta Al-Quran,” paparnya.

Ketua Panitia, Amir Azli juga mengatakan, kehadiran peserta dan antusias dari undangan masyarakat selaku orangtua amatlah dibutuhkan untuk mendidik anak-anak yang Islami, penghafal Al-Quran.

“Semua yang kita buat ini lillahi ta’ala. Kami sangat mengharapkan peran orangtua, keseriusan mereka dalam mendidik anaknya menjadi generasi penerus hafiz Quran. Jadi nanti, anak-anak yang ikut pelatihan dengan metode cepat ini harus setor hafalan Al-Quran setelah mendapat teknik metode ini, dan alhamdulillah berhasil. 12 peserta mampu menyelesaikan hafalan Al-Quran satu halaman, lalu diberi reward oleh para undangan,” ucapnya.

Amir Azli, selaku Pimpinan Rumah Tahfiz Yayasan Al-Ma’arij, Sungai Limau ini bertekad, ingin merealisasikan program Pariaman Kota Tahfiz. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program kita untuk menjadikan Pariaman menjadi Kota Tahfiz bekerjasama dengan Yayasan Al-Mughni, Pariaman. Inshaa Allah dengan niat yang tulus ikhlas, semua bisa terwujud,” harapnya.

1 KOMENTAR

  1. bukan desa apar min. Desa manggung tuan rumah. Nama masjid nya, masjid raya Nagari manggung. DiDanai oleh dana desa

LEAVE A REPLY