BERBAGI
Perangkat Desa Naras 1 luruskan pokok persoalan yang terjadi di desa

NARAS 1, REPINVESCOM

Desas desus polemik seputar perseteruan antara Pemerintah Desa (Pemdes) Naras 1 dengan BPD, yang belakangan menjadi perbincangan publik seantero desa di Kota Pariaman terus berlanjut. Kali ini, giliran unsur Pemerintah Desa Naras 1 menjawab spekulasi yang berkembang.

Merasa dipojokkan dengan statemen BPD yang terlanjur beredar di media, Kepala Desa Naras 1, Masri didampingi hampir semua unsur perangkat di pemerintahan desa seperti kaur, LPM, kepala dusun, dubalang desa dan juga disaksikan oleh beberapa warga, pada Jumat siang (2/2), pukul 14.30 WIB meluapkan kekesalannya. Pemerintah Desa Naras 1 membantah keras statement yang dituduhkan BPD terhadap kinerja pemerintah desa selama ini.

“Kami melihat belakangan ini pernyataan BPD selalu menyudutkan kami. Padahal seluruh kegiatan yang ada di desa itu adalah sepengetahuan dari BPD dan disetujui BPD. Mustahil kegiatan yang ada di desa bisa terlaksanakan kalau bukan disetujui lebih dulu dan dana tidak akan dapat dicairkan,” kepala desa menyanggah.

Berita sebelumnya : Warga Desa Naras 1 Kecewa, Sebut Pemerintah Desa Tak Becus

Pemdes menjelaskan, pernyataan BPD yang selama ini terkesan menjatuhkan pamor pemdes adalah kebohongan. “Pertama-tama kami jelaskan mengenai masalah wc yang dibangun di Mesjid Nurul Iman (Surau Ketek). Dasar wc itu dibangun atas permintaan Ketua BPD sekaligus pengurus mesjid. Kegiatan pembangunan wc itu dibuat dalam dua kali penganggaran, tahun anggaran 2016 dan 2017. Sedangkan soal kenapa wc tersebut tidak dipelihara ya, bukan juga jadi urusan kami, karena biaya pemeliharaan wc tersebut memang tidak dianggarkan dalam penggunaan dana desa,” ulas mereka menerangkan pokok permasalahan.

Berita terkait : Bola Panas Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Naras I di Kejari Pariaman Bergulir

Lebih lanjut diterangkan Kaur Pembangunan Hendri, permasalahan batang pinang yang ditanam di lapangan bola desa Naras 1 juga tidak seperti yang dituduhkan. “Siapa bilang tidak ada pemupukan sewaktu menanam batang pinang. Bohong! Itu kita pupuk. Sengaja kami bawa warga yang melakukan pekerjaan pemupukan dan penanaman batang pinang itu ke sini,” bantahnya dibenarkan oleh Man pekerja yang tak lain merupakan warga desa Naras 1. “Saya yang memupuk, apanya yang tidak dipupuk?” sahut Man menegaskan.

Tak ketinggalan, Hendri pun menjelaskan detilnya permasalahan batang pinang tersebut. “Kita sudah berusaha memenuhi permintaan dari BPD tentang pengadaan penanaman batang pinang di lapangan, sesuai dengan spek yang diajukan. Permintaan BPD ketika itu batang pinang memiliki tinggi 1 meter lebih. Namun saat itu BPD tidak meminta menggunakan polibek sebelum ditanam. Kan lucu, sudah diiyakannya lalu diindakkannya pula lagi, padahal kegiatan itu dibuat berdasarkan usulan dari Bang Nurdin (unsur BPD) yang dia usulkan melalui BPD,” cetusnya memaparkan.

BPD Tak Mau Rujuk

Kekesalan Pemerintah Desa Naras 1 mulai memuncak, ketika BPD disebut tak mau hadir sewaktu diundang BPMDes untuk meluruskan segala bentuk polemik yang menjadi perseteruan selama ini di desa. Undangan tersebut diberikan ke seluruh perangkat desa dari BPMDes.

“Kami ingat sekitar dua minggu yang lalu, hari Senin (22/1), BPMDes menyurati perangkat desa dari semua unsur temasuk BPD. Undangan itu sebetulnya meluruskan persoalan-persoalan yang terjadi selama ini. Tapi tak satupun dari unsur BPD hadir. Kalau tidak percaya boleh dibuktikan menemui tenaga pendamping desa. Makanya sangat kami sayangkan tidak ada itikad baik dari BPD yang seakan-akan sengaja membiarkan persoalan ini berlarut,” pungkas mereka mengeluhkan.

Menenggarai permasalahan yang ada, pemuda warga desa Naras 1 yang sekaligus Pimpinan Redaksi media ini, Ikhlas Darma Murya (IDM) menyatakan keprihatinannya. Dia menilai, dalam hal pembangunan desa, sinergisitas yang terjalin antara pemerintah desa dengan BPD merupakan sebuah tolak ukur pembangunan desa. Dia berharap agar seluruh unsur di perangkat pemerintahan desa untuk dapat saling berjiwa besar.

“Duduklah semeja. Menahan ego itu jauh lebih baik demi kemajuan desa. Tak enaklah persoalan ini dibawa berlarut-larut, toh ini kampung kita, kita yang menghuninya, kitalah bersama yang akan membesarkan nama baik kampung ini. Kita berharap prahara yang terjadi ini bisa cepat selesai dengan jiwa yang besar,” ungkapnya prihatin.

LEAVE A REPLY