Program GEMA Tak Berdikari, “Aksi Nyata : Hadir Tapi Tak Tampak”

1052
BERBAGI
Program “Aksi Nyata” yang dicaplok tim GEMA seiring sikap politik HAB yang spekulan mendukung GEMA, tak lebih merupakan kecerobohan menjatuhkan pamor paslon ini, karena dianggap tak mampu berdikari. 
 Oleh: Ikhlas Darma Murya, S.Kom
Program “Aksi Nyata” angkot gratis dan raun gratis + makan siang gratis yang dicaplok GEMA

Pasalnya, korelasi enam poin yang disebut program “Aksi Nyata untuk Kota Pariaman”, dicanangkan politikus pemula (HAB) lebih menjurus kepada wujud promosi ihwal biografi HAB sebagai bacalon Wakil Walikota Pariaman. Sementara aplikasi penerapan program “Aksi Nyata” bagi warga Kota Pariaman yang sudah dijalankan ini: raun gratis dan naik angkot gratis

Terakhir 10 Januari 2018, KPU Kota Pariaman resmi menerima pendaftaran 3 bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Pariaman. Dan sampai sekarang, ketiga kontestan (paslon) tersebut sudah mengikuti serangkaian tes yang digelar KPU, sebelum dikukuhkan menjadi kompetitor pada tanggal 12 Februari 2018 mendatang.

Perjalanan politik atau konstelasi politik para kontestan menghadapi Pilkada di kota sala lauak kali ini nampak tajam, menyentuh segala lapisan. Itulah suasana politik Piaman, di mana rakyatnya mulai mafhum dengan pandangannya menyikapi calon yang ada.

Yang tak kalah menarik adalah sikap pelik dari politik Harpen Agus Bulyandi (HAB) dan jargon “Aksi Nyata”-nya. Sebab, romantika politik HAB di Pilkada serentak Kota Pariaman 2018-2023, belakangan begitu terbaca gundah. Ada yang bilang HAB terkena imbas sindrom Hoyak Piaman jelang Pilkada. Karena dia “hadir tapi tak tampak”. Sebuah filosofi yang dikembangkan HAB berdenotasikan kata sifat: delusi.

Herannya malah jargon “Aksi Nyata” ciptaan HAB itu, sekarang dicaplok oleh kontestan paslon Genius-Mardison (GEMA), seiring sikap politik spekulan yang ditunjukkan politikus (pemula) “Harapan Angkatan Baru” tersebut mendukung paslon GEMA. Malah tak habis pikirnya, jargon “Aksi Nyata” yang hadir tapi tak tampak itu disambut euforia tim GEMA.

Kenisbian tim GEMA dengan segala qualifiednya menyambut program “Aksi Nyata”, jelas tim ini dianggap tak mampu berdikari. Lagipun, program “Aksi Nyata” yang digemakan HAB juga bukanlah sebuah inovasi. Alasannya sederhana, enam poin “Aksi Nyata untuk Kota Pariaman” yang digadangkan HAB lebih cenderung mengarah mengenai biografi personal untuk ajang promosinya sebagai bacalon Wakil Walikota Pariaman periode 2018-2023. Tentulah konsep ini tidak konsisten dengan latarbelakang dari sang petahana GEMA.

Berikut 6 poin isi program “Aksi Nyata” yang diklaim HAB: 1. Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif (iya); 2. Pelaku Pariwisata Darat dan Laut (iya); 3. Menciptakan Inovasi Baru dalam Dunia Kerja (?); 4. Penggagas Ide Kreatif (?); 5. Entepreneur (iya); 6. Menciptakan Lapangan Kerja (karena entrepreneur/pelaku usaha).

Sedangkan hal yang layak disebut program dari visi misi HAB, sama halnya dengan yang disampaikan paslon petahana Genius Umar (GEMA), adalah program naik angkot gratis. Anehnya malah, Genius Umar mengapresiasi visi misi tersebut karena diklaim dapat mengangkat masalah ekonomi kerakyatan terutama supir-supir angkot dan dimasukkan ke dalam program kerja Genius Mardison.

“Saya beberapa hari ini berdiskusi dengan Andi, banyak visi misi beliau yang disampaikan kepada saya. Jadi, visi misi Dik Andi ini ingin mengangkat ekonomi kerakyatan terutama supir-supir angkot ini masuk ke dalam program kerja Genius Mardison. Saya tidak menyangka, saya sangat terharu, sampai merinding bulu roma saya, melihat gerakan AKSI NYATA adik saya Andy Cover yang dalam waktu satu malam dapat merubah gambar-gambar angkot dan merubah baliho. Begitu sangat cepat!” demikian ungkap Genius Umar bangga, dikutip dari postingan HAB, Minggu (14/1/18).

Memang program angkot gratis yang dicap sebagai program efisien untuk Kota Pariaman ini terealisasi pada Senin, (15/1/18). Sayangnya, tidak begitu banyak mendapat simpatik masyarakat. Sebab, keesokkan harinya postingan Facebook Harpen Agus Bulyandi, pagi itu meminta pengalaman kesan warga yang sudah menikmati program naik angkot gratis yang menyasar seluruh pelosok Kota Pariaman tersebut, minim tanggapan.

Postingan HAB tak mendapat simpatik warga

Wajar, karena Andi (panggilan HAB) berkata,  menurut sebuah survei, naik angkutan umum ternyata dapat membuat orang lebih bahagia.

“Karena angkot merupakan wajah masyarakat kita. Taruh kendaraan pribadi Anda di rumah agar potensi kecelakaan karena padatnya kendaraan di jalanan dapat diminalisir. Menurut sebuah survei, naik angkutan umum ternyata dapat membuat kita lebih bahagia, lho. Karena di dalam angkutan umum kita dapat bertegur sapa dan berbincang ringan dengan orang lain yang kita jumpai. Jangan khawatir, rute angkot gratis kami akan menyentuh desa saudara semua. Jadi, jangan takut angkot gratis tidak lewat di desa saudara semua, ya. Salam Aksi Nyata,” tulis Andi.

Padahal untuk hari-hari biasa, volume kendaraan yang melintas sepanjang wilayah Kota Pariaman jauh dari kata kepadatan seperti yang dikatakan Andi. Kecuali hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, dan pesta budaya Tabuik. Program yang diusung GEMA dari HAB tidak relevan dengan keadaan Kota Pariaman karena, Piaman batabuik makonyo rami.

Tentu saja hal ini dapat dijadikan tolak ukur bagi masyarakat pemilih, tentang sejauh mana program dan wawasan (isi kepala) GEMA yang seyogianya merupakan nilai jual dari paslon ini.

Karena “Aksi Nyata” adalah konsep dari seorang HAB. Lalu mana konsep cemerlang dari seorang yang pintar jenius bergelar Doktor S3 yang selalu berpidato global?

Tak hayal manifestasi tersebut akan berdampak pada warga Kota Pariaman dalam menjatuhkan pilihannya, menentukan pemimpin mereka (Walikota dan Wakil Walikota Pariaman), untuk periode 5 tahun ke depan.

(Salam Pilkada Badunsanak 2018)

LEAVE A REPLY