Kronologis Drama Kejam Pembuangan Bayi di Sikalang, Terkuak

349
BERBAGI
Drama kejam pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih hidup itu pertama kali ditemukan Iwan, warga Dusun Kemiri, Desa Kitalang, Kecamatan Talawi, sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah bayi malang itu mendapatkan perawatan intensif, Kepala Dusun Kemiri kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke Mapolres Kota Sawahlunto

SAWAHLUNTO, REPINVESCOM

Petugas langsung melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan dengan mendatangi lokasi penemuan bayi  petugas Reskrim Polres Sawahlunto, mendatangi rumah pelaku di Kecamatan Talawi untuk melakukan pendekatan dengan pihak keluarga pelaku. Setelah bertemu pihak keluarga, termasuk pelaku FN (18), Minggu sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, petugas kemudian memutuskan untuk membawa pelaku ke RSUD Sawahlunto untuk divisum.

Dari hasil visum, memang ada terjadi pembukaan rahim, tapi pelaku tidak mengaku bahwa ia baru saja melahirkan, sehingga pelaku dibawa ke bagian bidan untuk kembali diperiksa. Saat diperiksa bidan, pelaku tetap tidak mengakui perbuatannya, sehingga petugas melakukan upaya lain dengan meminta perawat rumah sakit untuk mempertemukan bayi malang itu dengan pelaku.

Begitu dipertemukan, pelaku menangis dan mengakui bahwa bayi itu memang anaknya. Pelaku juga mengaku bahwa ia melahirkan di kamar mandi rumahnya pada Jumat (5/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Terkuak, setelah melahirkan, pelaku membungkus bayinya dengan handuk, dan dibuangnya ke hutan yang di kawasan Kitalang. Dan dari informasi yang beredar sang ayah masih merupakan keluarga atau kuat dugaan ayah tiri
pelaku.

Terkuaknya drama kejam pembuangan bayi laki laki mungil dengan berat 3,6 kg di desa Sikalang ini membuat geram masyarakat dan seraya mengutuk pebuatan bejak yang terjadi didesanya. Dan sebelumnya Kapolres Sawahlunto AKBP Zamroni Wibowo ketika dikonfirmasi, Minggu (7/1) membenarkan penemuan bayi di Sikalang itu.

“Saya sudah dapat laporan, selanjutnya anggota sudah melakukan olah TKP. Ibu bayi itu sudah diamankan . Sekarang kami masih mengembangkan keterangan lebih mendalam lagi,” ulasnya.

LEAVE A REPLY