BERBAGI

Padang Pariaman – Ketua Panitia Pelaksana Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dan Karantina  Hafal Al-Qur’an Nasional ke I, di Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman, Fajri Tuanku Kuning, S.Pd.I, menyampaikan ucapan rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kepada semua pihak yang sudah ikut untuk mensukseskan pelaksanakan kegiatan.

Ungkapan itu disampaikan Fajri Tuanku Kuning, dalam wawancara khusus di Sekretariat Mesjid Taqwa Pakandangan, Selasa (8/1/2019) sehabis shalat Isya. Wawancara itu didampingi Drs. H. Amir Azli sebagai Penggas Tahfizh Al-Qur’an di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman sejak 4 tahun silam. Sekaligus selaku koordinator dalam kegiatan.

Diceritakan Fajri, awal terlaksananya kegiatan Karantina Hafal Al-Qur’an Metode Hamsah, pertemuan pertama dengan Drs. H. Amir Azli di Pondok Pesantren Al-Qur’an dan Tahfizh Sandi Ulakan, Pimpinan Alizar Tuanku Bagindo Maulana, S.Pd, sekitar bulan Juli 2018.

Ketika itu Amir Azli mendatangkan Ustazd Akmal  Hafizhohulloohu Hafiz 30 juz  dari Bandung. Melakukan Daurah Al-Qur’an  dengan Metode Inovasi Menghafal Al-Qur’an Cepat 15 menit 1 halaman. Habis dari Ulakan Tuanku Fajri juga mengajak dan meminta supaya diadakan kegiatan serupa di Rumah Tahfiz Al-Mukmin Parit Malintang, bulan September 2018.

Menurut  Fajri Tuanku Kuning, pada bulan 19 November 2018, diadakan lagi Daurah Al-Qur’an di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Arrayyan Nagari Sikabu dibawah binaan Hj. Arni Gustino yang berdomisili di Jakarta dan sengaja datang waktu itu untuk menghadiri acara Daurah Al-Qur’an tersebut.

Kemudian pembicaraan dengan Amir Azli, bertambah gencar tentang rencana pelaksanaan Karantina Al-Qur’an Nasional dengan jumlah peserta 70 orang. Namun di dalam perjalan setelah brosor berjalan melalui internet, ternyata peserta sampai batas akhir pendaftaran  2 hari jelang pembukaan 200 orang lebih.

Karena pendaftaran melebihi dari target sehingga Tuanku Kuning Fajri tidak bisa mengontrol  peserta, karena disibukan dengan berbagai urusan untuk pembukaan. Untung kegiatan ini mendapat sportifitas dari teman-teman pencinta hafal al-Qur’an dan sekaligus membantu dengan tenaga dan pikiran untuk suksesnya pelaksanaan kegiatan.

Adapun susunan Panitia Pelaksana, Koordinator Panitia H. Amir Azli. Ketua Fajri Tuanku Kuning, Sekretaris  Alizar Tuanku Bagindo, Devisi Dokumentasi Sadam Suid Tuanku Pangeran, Bendahara Anisa, S.Pt dibantu oleh Iwan Gusrizal Tuanku Mahadirajo, S.Pd, Humas  Harif Gusman Tuanku Kuning.

Jumlah barisan penggerak acara itu berjumlah 17 orang ditambah dengan Mentor 45 orang. Berbicara masaalah uang masuk dari konstribusi peserta Rp. 206 juta rupiah. Kemudian ditambah bantuan donatur  seperti dari Mamania, salah orang tua peserta dari MAN Koto Baru Rp. 31 juta rupiah.

Beberapa nama donatur yang masih segar dalam ingatan Fajri Tuanku Kuning

No. Nama Jumlah
1. Mamania Rp. 31 juta
2. H.  Ali Mukhni Bupati Padang Pariaman Rp. 10 juta
3. H. Jon Kenedy Azizi Rp.   5 juta
4. Dt. Zainal Rp.   5 juta
5. H. Zainal Dt. Rajo Mangkuto Rp.   5 juta
6. Hj. Arni Gustino Rp.   5 juta

Disamping itu masih adalagi penyumbang lain termasuk masyarakat yang mengantarkan nasi secara spontan dan termasuk tenaga  yang tidak dapat disebutkan satu persatu. “Muda-mudahan Allah SWT membalasi semua kebaikan donator tersebut,” ujar Fajri dengan mata berkaca-kaca.

Lebih jauh disampaikan Tuanku Fajri dari 442 orang yang mendaftar tidak semuanya yang membayar penuh kontribusi yang ditetapkan panitia Rp. 500 ribu rupiah per orang. Bahkan ada yang tidak bayar sama sekali.

Karena mereka punya semangat kuat, panitia tetap menerima dan melayani, rasanya tidak sampai hati untuk menolak orang yang ingin menghafal al-Qur’an pulang dengan tetesan air mata, disebabkan panitia tidak menerima.

“Disinilah terjadinya pembekakan biaya. Alhamdulillah berkat sabar dan keikhlasan dalam bekerja. Allah swt datang pertolongan yang tidak diduga sama datangnya,” tukuk alumni Yaman ini.

Fajri juga menyebutkan  kesuksesan acara ini termasuk dorongan dan bantuan dari kakak kelas di MAN dahulu Yasmin Naayyrah.  Apalagi Amir Azli selalu berikan semangat terus kepada panitia.

Secara logika dan kasat mata banyak orang menduga acara akan gagal pada pertengahan jalan, artinya tidak sampai dengan target. Bahkan panitia pun sudah rapat untuk mengurangi  2 hari. Tetapi  tanda diduga datang bantuan dari berbagai pihak. “Suksesnya acara ini adalah suksesnya kita sebagai Padang Pariaman,” ulas laki-laki yang perawakan tenang ini.

Pada sisi lain H. Amir Azli menambahkan, dalam al-Qur’an, Allah sudah mengatakan siapa orang yang bertaqwa kepada-Nya akan diberikan kemudahan dan rezki tanpa diduga-duga. Itulah yang terjadi di dalam kegiatan Karantina Hafal Al-Qur’an Nasional  ke I Metode Hamsah.

“Karena semua peserta dan panitia mempunyai niat yang ikhlas untuk menghafal al-Qur’an, mengagungkan Al-Qur’an. Bayangkan 500 orang lebih dengan niat yang tulus dan ikhlas  serta merasa  selalu dekat dengan Allah SWT selama 15 hari, Subahanallah, Walhamdulillah yang bisa kita ucapkan,” kata Amir Azli lagi.

Menurut Amir Azli, pada akhir Ramadhan 1440 H/2019, akan dilaksanakan lagi Karantina Hafal Al-Qur’an Nasioan ke II yang akan dimulai pada tgl 30 Mei s/d 4 Juni 2019.

LEAVE A REPLY