BERBAGI

PD. PARIAMAN, REPINVESCOM

Proyek yang berjudul Peningkatan Jalan milik Dinas PUPR Bidang Bina Marga telah di PHO-kan. Artinya, segala persoalan teknis pekerjaan layak dibayarkan, setelah dilakukan serangkaian penilaian oleh pemilik proyek.

Rossi, melalui Ibra Wandi menyampaikan kepada media mengenai dugaan yang bekalangan ini berkembang. Ia berpendapat, proyek tersebut telah selesai di PHO yang dinilai berdasarkan ketentuan spek dan teknis pekerjaan.

“Proyek Peningkatan Jalan Lambeh itu sudah di PHO-kan Dinas PUPR Padang Pariaman. Dan alhasil, PHO itu dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pengecekkan langsung oleh dinas ke lokasi. Mana-mana yang belakangan ini menjadi persoalan, itu diluruskan,” sebutnya.

Menurutnya, keterlambatan pekerjaan yang dilakukan oleh Rossi bukanlah seperti dugaan yang berkembang. Katanya, rekanan mengalami keterlambatan yang selama ini dipermasalahkan karena ada beberapa bagian dan segmen pekerjaan yang harus ditambah sehingga pekerjaan terkesan mengalami keterlambatan.

“Jadi ada penambahan pekerjaan yang disorot media. Itu sebenarnya bukan seperti dugaan yang disebutkan. Tapi ada beberapa bagian segmen pekerjaan yang menurut pengawas PU harus ditambah atau diperbaiki sedikit, dan itu memang berlangsung selama 12 hari, pekerjaan tersebut dikenakan denda. Ditambah pula keterlambatan denda 50 hari kalender,” jelas Ibra.

Proyek yang belakangan menjadi sorotan itu ditepis. Selain mengaku adanya keterlambatan selama 12 hari kalender, dengan alasan rekanan Rossi pada saat pekerjaan berlangsung tengah hamil tua dan baru saja melakukan persalinan. “Terlambat itu karena kontraktor sedang hamil tua, dan belum ini persalinan anaknya. Jadi itu memang sedikit banyaknya berdampak terhadap pekerjaan karena memang sedikit menyita waktu,” ujarnya lagi.

Lagipun menurut Ibra. Pekerjaan yang sudah di PHO itu sampai sekarang masih menjadi tanggung jawab rekanan, “Hingga kini walaupun sudah di PHO proyek itu, rekanan Rossi masih punya tanggung jawab di situ, sebab hingga beberapa bulan ke depan itu statusnya dalam tahap pemeliharaan. Jika ada yang rusak, rekanan harus memperbaikinya,” imbuhnya menjelaskan.

LEAVE A REPLY